Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sisir Empat Kelab Malam Pekanbaru, Satpol PP Riau Periksa Ketat Izin Usaha dan Pengunjung
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Sisir Empat Kelab Malam Pekanbaru, Satpol PP Riau Periksa Ketat Izin Usaha dan Pengunjung
2
Susuri Gang Samping BRI Sukaramai Pekanbaru, Polisi Amankan Pria dan Wanita Positif Narkoba
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Susuri Gang Samping BRI Sukaramai Pekanbaru, Polisi Amankan Pria dan Wanita Positif Narkoba
3
Pendiri Pekanbaru Marhum Pekan Resmi Terima Gelar Pahlawan Nasional
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Pendiri Pekanbaru Marhum Pekan Resmi Terima Gelar Pahlawan Nasional
Home  /  Berita  /  GoNews Group

MPR Apresiasi BIN Atas Prestasi Penangkapan Samadikun Hartono

MPR Apresiasi BIN Atas Prestasi Penangkapan Samadikun Hartono
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid. (Foto: Tempo)
Selasa, 19 April 2016 20:13 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, sangat mengapresiasi atas keberhasilan tim Badan Intelijen Negara (BIN) yang telah berhasil menangkap buronan kelas kakap Samadikun Hartono.

Apresiasi tersebut disampiakan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid. Menurutnya MPR dan seluruh masyarakat Indonesia sangat berterimakasih dengan Badan Intelijen Negara (BIN) yang mampu bekerja sama dengan aparat hukum China untuk menangkap buronan pengemplang Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) tersebut.

"Saya apresiasi, sekalipun setelah 13 tahun lamanya akhirnya dapat ditangkap, meskipun banyak yang bilang ini telat, tapi masih lebih baik daripada Indonesia tidak berdaya menghadapi para buron kelas kakap," kata Hidayat Nur Wahid kepada Legislatif.co (GoNews Group), Selasa (19/04/2016) di komplek parlemen, Jakarta.

Hidayat Nur Wahid juga berharap agar aparat hukum bisa menangkap buronan kasus BLBI yang lainnya. Menurutnya, mereka (para pelaku_red) nantinya bisa diberikan hukuman sesuai dengan undang-undang yang ada.

"Selain harus mengembalikan uang yang dikorupsi, seluruh aset juga disita untuk membayar utang Indonesia. Kalau ada hukuman mati ya itu wajar saja karena mereka sudah merugikan Indonesia," tukas Hidayat.***

wwwwww