Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Diskes Pekanbaru Catat 15.808 Warga Terdampak Kabut Asap Karhutla

Diskes Pekanbaru Catat 15.808 Warga Terdampak Kabut Asap Karhutla
Sabtu, 24 Oktober 2026 22:03 WIB
Penulis: M Rafdinal Adrianto

PEKANBARU - Belasan ribu warga Kota Pekanbaru bertumbangan akibat paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mencatat penambahan ratusan pasien baru setiap harinya seiring memburuknya kualitas udara. Kondisi darurat kesehatan ini memperlihatkan besarnya skala dampak polusi udara yang kerap melumpuhkan sebagian wilayah Sumatera setiap musim kemarau.

Diskes Kota Pekanbaru mendata sebanyak 332 pasien terdampak kabut asap masuk ke fasilitas kesehatan hanya dalam waktu satu hari, Jumat (23/10/2026). Dari angka penambahan harian tersebut, sebanyak 292 orang terdiagnosis terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Selain gangguan saluran pernapasan utama, warga juga menderita sejumlah keluhan medis lain akibat paparan udara kotor. Laporan dari berbagai layanan kesehatan menyebutkan temuan kasus asma, pneumonia, konjungtivitis atau mata merah, hingga iritasi kulit.

"Para pasien sudah mendapat layanan kesehatan, ada yang mengakses layanan di puskesmas dan rumah sakit," terang Sekretaris Diskes Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, Sabtu (24/10/2026).

Kasus Bertambah Selama Udara Buruk

Jumlah warga yang membutuhkan pertolongan medis ini berpotensi terus menanjak selama indikator udara di ibu kota Provinsi Riau tersebut belum membaik. Secara kumulatif, total warga Pekanbaru yang jatuh sakit akibat menghirup asap karhutla telah menembus angka 15.808 orang terhitung sejak 25 Agustus lalu.

Pemerintah daerah mengandalkan laporan harian dari seluruh jejaring kesehatan untuk memetakan sebaran pasien. Penanggung jawab program ISPA Diskes Kota Pekanbaru terus menerima data pembaruan berkala dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit rujukan.

"Sampai saat ini tim penanggung jawab program ISPA tingkat dinas, puskesmas, dan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons rumah sakit selalu melakukan pemantauan keadaan dan data kasus penyakit akibat karhutla," urainya. ***

wwwwww