Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
2
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Sail
24 jam yang lalu
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
3
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
3 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
4
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
4 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
5
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
3 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
6
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
2 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Pertukaran Pelajar Antar Negara, Justru Rugikan Siswa karena Harus Tinggal Kelas Setahun

Minggu, 17 April 2016 10:32 WIB
Penulis: Dedek
pertukaran-pelajar-antar-negara-justru-rugikan-siswa-karena-harus-tinggal-kelas-setahunIr Joni Hoswary
LANGSA - Sangat disayangkan, program pertukaran pelajar antar negara justru merugikan siswa. Pasalnya, gara-gara program itu seorang siswa SMA Negeri 1 Langsa tidak bisa mengikuti Ujian Nasional (UN) tahun 2016.

Sehingga, siswa yang saat ini sedang mengikuti program pertukaran pelajar di Negara Amerika Serikat tersebut harus tinggal kelas dan mengulang satu tahun lagi di sekolah asal. "Secara internasional berhasil, tapi secara nasional gagal," kata anggota DPRK Langsa, Ir Joni Hoswary, kepada GoAceh.co, Minggu (17/4/2016), di Langsa. Menurut politisi Partai Demokrat ini, meskipun pertukaran pelajar itu telah disepakati oleh siswa dan keluarganya, tapi ia menganggap hal itu tetap merugikan siswa itu sendiri. Karena satu tahun harus gagal dalam pendidikan formal dan harus mengulang kembali. Menurut Joni, harus dicari formulasi dan solusi yang tepat agar siswa yang ikut program pertukaran pelajar itu tidak dirugikan sama sekali dan harus tetap dapat mengikuti Ujian Nasional. Selain itu, pemerintah khususnya dinas pendidikan juga harus menelusuri program ini lebih lanjut. Karena informasi yang didapat Joni, siswa tersebut harus menandatangani perjanjian untuk tinggal kelas. "Ada apa dalam program ini, apakah ada yang salah, pembodohan atau suatu hal yang wajar," tanya Joni. Kata Joni, boleh saja dengan ikut program ini dapat membawa harum nama daerah, tapi jangan lah selama satu tahun waktu siswa dikorbankan sehingga ketinggalan dengan teman-temannya. Karenanya, pemerintah harus mencari solusi terhadap program ini, apakah siswa yang ikut program pertukaran siswa bisa ikut ujian online di Kedubes Indonesia. "Boleh-boleh saja ada pertukaran pelajar yang mempelajari budaya dan pendidikan di negara tersebut, namun jangan sampai pelajar dirugikan dalam bentuk apa pun,. Jadi pemerintah harus mencari formulasi dan solusi terhadap program ini," pungkas Joni. (ddk)

Editor:Ridwan Iskandar
Kategori:GoNews Group, Hukum
wwwwww