Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
12 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
11 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
11 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
13 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
6
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
13 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  Parlemen

Belum Ada Pejabat PNS yang Berani Jadi Balon Walikota Payakumbuh

Belum Ada Pejabat PNS yang Berani Jadi Balon Walikota Payakumbuh
Yudilfan Habib, Koordinator Forum Peduli Luak Limopuluah
Minggu, 17 April 2016 20:01 WIB
Penulis: Bayu De Nura
PAYAKUMBUH--Para bakal calon (Balon) Walikota-Wakil Walikota Payakumbuh periode 2017-2022 sudah mulai bergeleria mencari kereta pengusungnya. Namun, sejak dibukanya pendaftarn balon oleh beberapa partai politik (Parpol), belum terdengar satupun bagi kita para pejabat Luak Limopuluah (Payakumbuh-Limapuluh Kota) yang berani mendaftar.
 

“Anehnya, dalam bursa PIlkada periode tahun ini tak satupun PNS yang berani mendaftar sebagai balon. Kebanyakan yang berminat jadi pemimpin di tanah kelahirannya ini  banyak dari perantauan. Padahal yang tahu dengan kampungnya sendiri adalah PNS, “ujar Peduli Luak Limopuluah Yudilfan Habib kepada sejumlah wartawan di Balai Wartawan (BW), Sabtu (16/4).
 
Kita yakin, dari sekian banyaknya pengusaha dan anggota DPRD Payakumbuh dan Provinsi yang telah mendaftar ke beberapa parpol itu, dapat dipastikan satu atau dua orang balon bakal melirik birokrasi yang mampu untuk menjadi pasangannya.
 
Tetapi, dikarenakan tidak satupun yang berani muncul, jelas saja membuat binggug kandidat lainnya untuk memilih berpasangan dengan PNS. Biasanya, setiap pengusaha yang berada diperantauan, terlebih dahulu dia akan melirik PNS untuk berpasangan. Karena PNS adalah sangat dikenal dan mengenal apalagi PNS sangat tahu dengan aturan administrasi.
 
Kita contohkan saja pejabat PNS yang potensi untuk kemajuan Payakumbuh kedepan itu diantaranya H. Yendri Tomas (Sekdakab Limapuluh Kota), Husin Daruhan Dt. Mangkuto suku Guci, (Kadis Sosial dan Tranaker Limapuluh Kota), Atur Satria Dt. Parpatiah Sabatang suku Bodi (Mantan Sekwan dan Camat), Resnulius (Kepsek SMAN 5 Payakumbuh).
 
Setelah itu, nama Amriul Dt. Karaing (Asisten II Setdako Payakumbuh), disamping dia pejabat, juga sebagai tokoh di Payakumbuh. Kepiawaian Amriul dalam bekerja cukup bagus dan berbaur dengan masyarakat cukup tinggi. Dan Marta Minanda (Kadis PU Payakumbuh) dan banyak lagi pejabat lainnya yang sangat cerdas.
 
Sebanyak 6 orang pejabat PNS Luak Limopuluah yang disebut-sebut mampu menjadi pemimpin itu, kita harapkan agar tidak surut dalam bursa pencalonan Walikota ataupun Wakil Walikota Payakumbuh. “Kita masih ingat, tahun 2007 lalu, sosok Husin Daruhan pernah dilirik Masrul Malik dan Benny Muchtar, kini kemana dan dimana dia,”tanya Habib.
 
“Setelah itu, nyaris setiap hari, kita juga mendengar desas desus para balon sedang melirik Atur Satria Dt. Parpatiah Sabatang untuk berpasangan. Namun, hingga kini belum terdengar bagi kita figur Atur Satria mendaftar ke parpol. Sangat disayangkan, jika  kesempatan emas ini tidak dimamfaatkannya, “jelas Habib lagi, seraya mengajak PNS yang mampu itu untuk maju.
Mendengar nama Husin Daruhan disebut-sebut berpeluang besar untuk dilirik balon dari kalangan pengusaha dan anggota DPRD, Koran ini mencoba meminta keterangannya. Menurut Husin Daruhan, alasan tidak maju dalam bursa Pilkada Payakumbuh tahun ini, karena aturan PNS masuk sebagai bursa pencalonan resikonya sangat tinggi.
 
Sebetulnya, lanjut Husin. Selain resiko tinggi juga perlu kajian yang matang bagi PNS masuk keranah politik. Tentu ada kajian yang mendalam terhadap plus minusnya. Sedangka kepastian dukunganpun tidak jelas karena diduga banyak yang “abu-abu”.
 
“Kemudian, apalah dayanya seorang pejabat maju sebagai balon Walikota atau Wakil Walikota, dimana dan kemana mereka mencarikan biaya untuk kos politik. Sementara kos politik sangat dibutuhkan, bahkan sangat dipelukan sekali karena kita butuh sentuhan yang jelas dari masyarakat, “ujar Husin.***
 
 

Editor:M.Siebert
Kategori:Parlemen, GoNews Group, Pekanbaru
wwwwww