Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
19 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
16 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
16 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
18 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
6
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Sail
14 jam yang lalu
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

10 WNI Belum Bebas, Kelompok Abu Sayyaf Kembali Sandera 4 WNI, Ini Penjelasan Pemerintah RI

10 WNI Belum Bebas, Kelompok Abu Sayyaf Kembali Sandera 4 WNI, Ini Penjelasan Pemerintah RI
Ilustrasi Tentara Filipina yang diragukan kemampuanya untuk membebaskan para sandera ditangan kelompok Abu Sayyaf. (net)
Sabtu, 16 April 2016 17:14 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Lagi-lagi Warga Negara Indonesia (WNI) disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina. Kali ini menimpa empat orang yang diketahui warga negara Indonesia, disandera pada hari Jumat (15/04/2016) tadi malam.

Sementara itu Pemerintah Indonesia melalui Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pihanya masih menganalisis penyanderaan empat Warga Negara Indonesia (WNI) di Perairan Malaysia Filipina.

Menurut Luhut, belum diketahui pasti apakah penyandera adalah kelompok Abu Sayyaf yang sebelumnya telah menyandera 10 WNI.

"Kita masih menganalisis, kita belum tahu pasti penyanderaan dilakukan oleh siapa, kita sedang mendalami motif penyanderaan apakah ini politik apakah murni masalah uang seperi di Somalia," kata Luhut ditemui usai Upacara HUT ke-64 Kopassus, Jakarta, Sabtu (16/4/2016).

Mengenai pembebasan 10 WNI yang telah ditawan kelompok Abu Sayyaf sebelumnya, Luhut mengatakan proses negosiasi antara perusahaan dengan kelompok tersebut masih berjalan dan pemerintah masih menunggu hasilnya.

Sementara itu, Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan penyanderaan tersebut diduga kuat dilakukan oleh kelompk Abu Sayyaf dan terjadi sekitar pukul 18.20 WIB.

"Di dalam kapal terdapat sekitar 10 orang. Empat di antaranya berhasil disandera, sementara enam orang lainnya selamat dan sekarang diamankan di Sabah, Malaysia," tukasnya.

Dari enam orang yang selamat ini, satu ditembak di bawah ketiak dan masih dalam pengawasan.Dia mengatakan TNI telah mengerahkan KRI Badau dan Slamet Riyadi ke daerah perbatasan Indonesia dengan perairan Malaysia-Filipina untuk menjaga dan antisipasi kontak senjata di kawasan tersebut.

Pemerintah Indonesia pun akan menjajaki kerja sama dengan pemerintah Malaysia dan Filipina terkait keamanan kawasan yang sering dimanfaatkan kelompok perompak dan kelompok Abu Sayyaf. ***

wwwwww