Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
24 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
2
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
9 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
3
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
13 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
9 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Badan Gizi Nasional Buka 953 Layanan Baru, Ibu Hamil di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Utama
Nasional
9 jam yang lalu
Badan Gizi Nasional Buka 953 Layanan Baru, Ibu Hamil di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Utama
6
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
7 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Kisruh Pembekuan PSSI

Dali Tahir: Kepergian Eto dan Agum ke Zurich Tak Akan Ada Hasil

Dali Tahir: Kepergian Eto dan Agum ke Zurich Tak Akan Ada Hasil
Dali Tahir saat masih menjabat Exco FIFA. (istimewa)
Jum'at, 15 April 2016 16:55 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Mantan Komite Etik FIFA, Dali Tahir memastikan kepergian Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir yang akrab dipanggil Eto dan Ketua Komite Adhoc FIFA/PSSI, Agum Gumelar untuk melobi FIFA agar mencabut sanksi Indonesia tidak akan membuahkan hasil.

"Percuma Etho melobi dan pak Agum datang ke Swiss untuk menemui Presiden FIFA dan meminta agar sanksi Indonesia dicabut. Saya pastikan kunjungan itu tidak akan membuahkan hasil karena persoalannya ada di Indonesia," jelasnya, kepada Legislatif.co (GoNews Group), Jumat (15/04/2016) di Jakarta.

Menurut Dali Tahir, persoalannya yakni ada di tangan pemerintah dengan adanya SK Pembekuan PSSI yang ditandatangani Menpora Imam Nahrawi. "Gampang saja menyelesaikan sanksi FIFA itu. Cukup cabut SK Pembekuan itu," tegasnya.

Yang lebih membuat Dali Tahir bingung yakni Eto datang ke Swiss akan mengajukan persyaratan pencabutan SK Pembekuan PSSI. Yakni, pengurus PSSI pimpinan La Nyalla Mattaliti harus dibubarkan dan disetujui adanya Kongres Luar Biasa PSSI untuk mengganti kepengurusan.

"Saya semakin bingung saja kapasitas Etho itu apa? Kok dia bisa-bisanya mengajukan persyaratan KLB yang tidak mungkin dipenuhi FIFA. Yang berhak menggelar KLB itu bukan pemerintah tetapi anggota PSSI melalui permintaan dari 2/3 anggota resminya," jelas Dali Tahir.

Lebih jauh Dali mengungkapkan kondisi sepakbola Indonesia semakin terpuruk jika pemerintah terus melakukan intervensi. Apalagi, Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) memberikan dukungan penuh terhadap PSSI dan tidak mentolerir adanya intervensi pemerintah.

"Dukungan AFC itu akan menjadi acuan bagi FIFA bahwa intervensi pemerintah tidak dipekenankan. Dan, sanksi Indonesia tidak akan dicabut bilamana pemerintah tetap ngotot mempertahankan SK pembekuan PSSI," tandasnya. ***

wwwwww