Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
12 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
11 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
15 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Balai Kota
17 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Siswa SMAN 2 Painan Berkarya Nyata, Temukan Deterjen Cair dari Tepung Tapioka

Siswa SMAN 2 Painan Berkarya Nyata, Temukan Deterjen Cair dari Tepung Tapioka
Ilustrasi siswa di laboratorium.
Rabu, 13 April 2016 15:31 WIB

PAINAN - SMA Negeri 2 Painan menghasilkan karya cukup membanggakan yakni membuat sabun deterjen cair dan pupuk kompos. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari keaktifan, keuletan serta inovasi ilmu yang dimiliki oleh siswa, guru bidang studi maupun kepala sekolah sebagai pembimbing di sekolah tersebut.

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni mengapresiasi karya anak bangsa dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Painan. Sekolah ini mampu berkarya secara inovatif sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Keterampilan yang dihasilkan SMA ini mesti ditumbuhkembangkan secara terus menerus dan berkelanjutan.

"Kita berharap tidak hanya SMA Negeri 2 Painan, tetapi sekolah lainnya juga mampu berinovasi dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi orang lain dan diri siswa itu sendiri, " katanya.

Ia mengimbau masyarakat agar dapat menggunakan produk lokal (daerah) dalam membeli berbagai bahan kebutuhan harian sehingga dapat menghidupkan dan memancing para generasi muda untuk berinovasi menghasilkan karya yang bermanfaat.

Zoni Effendi salah seorang guru pembimbing di SMA Negeri 2 Painan, mengatakan, hasil karya siswa SMA Negeri 2 Painan tersebut atas kerjasama sejumlah guru dari berbagai jurusan seperti Biologi, Kimia, Ekonomi dan Sejarah.

Ada beberapa hal yang menjadi kendala untuk karya siswa tersebut sulit berkembang untuk menghasilkan nilai ekonomi bagi siswa dan sekolah itu.

Diantara kendala itu adalah belum tersedianya pasar bagi produk tersebut dan belum memiliki cara kemasan yang tepat dalam penyajian sehingga tidal kalah bersaing dengan jenis produk-produk lain.

Bahan yang dipakai untuk deterjen tersebut yakni dari bahan cmc, abs, tepung tapioka, kayu jeruk nipis, soda, pewarna dan pewangi. Sedangkan kompos yakni sampah organik, pupuk kandang dan kulit padi (sekam).

Ia menjelaskan, produk deterjen cair yang ia lahirkan bersama siswa dan sejumlah guru dari berbagai jurusan di sekolah tersebut merupakan hasil karya yang sudah ada semenjak tahun 2014.

"Saat ini SMA Negeri 2 Painan baru mampu memproduksi berbagai karya ini, namun untuk pengembangannya masih terkendala oleh pasar dan cara kemasan yang menarik bagi calon pembeli, " katanya dilansir dari pesisirselatankab.go.id, Rabu (13/4/2016). (***)

Editor:Calva
Sumber:Pesisirselatankab.go.id
Kategori:Rumbai, GoNews Group, Hukum
wwwwww