Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
10 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
17 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

20 Kapal Perang Asing Tiba di Teluk Bayur

20 Kapal Perang Asing Tiba di Teluk Bayur
Selasa, 12 April 2016 12:35 WIB
PADANG - Sebanyak 20 kapal perang dari 15 negara peserta Komodo 2016 sudah tiba di Perairan Teluk Bayur, Padang, Sumatera Barat, Senin, menjelang pembukaan Komodo 2016 oleh Presiden Joko Widodo pada Selasa (12/4).

"Kapal perang negara peserta Komodo 2016 sudah tiba semua. Totalnya ada 20 kapal perang," kata Kabid Publikasi dan Dokumentasi MNEK 2016, Kolonel Laut (P) Suradi Agung Slamet ketika dikonfirmasi di Padang, Senin (11/4).

Menurut dia, 20 kapal perang itu dari 15 negara peserta Komodo 2016, yakni Bangladesh, India, Thailand, Malaysia, Vietnam, Amerika Serikat, Jepang, Perancis, Rusia, China, Srilanka, Australia, Papua Nugini, Singapura dan Brunei.

"Rusia paling banyak mengerahkan kapalnya dalam kegiatan ini, yakni sebanyak tiga kapal. Malaysia, China dan Papua Nugini, masing-masing dua kapal. Sedangkan negara lainnya hanya satu kapal," kata Suradi.

Kapal-kapal perang yang terlibat itu akan mengikuti International Fleet Review (IFR) 2016, 15th Western Pacific Naval Symposium (WPNS) dan 2nd Multilateral Naval Exercise Komodo atau Latihan Multilateral Naval Exercise Komodo 2016.

Sementara itu, menjelang Pembukaan 'Komodo 2016', Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, meninjau kesiapan pelaksanaan rangkaian kegiatan internasional itu di Hotel Grand Inna Muara, Padang, Sumatera Barat, Senin.

Kasal Laksamana TNI Ade Supandi didampingi Dansatgas Laksma TNI TSNB Hutabarat, saat meninjau kesiapan pelaksanaan Western Pacific Naval Symposium (WPNS) yang merupakan rangkaian kegiatan Komodo 2016.

Komodo 2016 akan diselenggarakan pada 12 April hingga 16 April 2016 di Padang dan Kepulauan Mentawai.

Kegiatan diikuti oleh Angkatan Laut dari 32 negara. Dalam latihan ini, Angkatan Laut dari negara-negara berbeda secara historis akan bekerjasama menjalankan kegiatan dengan skenario latihan misi bantuan kemanusiaan seperti Medical Civic Action Project (Medcap) dan Engineering Civic Action Project (Encap), serta latihan dalam Maritime Peace Keeping Operation (MPKO).

Pada Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK 2016), akan dilaksanakan berbagai kegiatan antara lain penandatanganan Monumen Perdamaian oleh Presiden Jokowi, Ship Tour dengan tema 'Ayo ke Laut', Selaju Sampan (lomba dayung) antarnegara serta sepak bola pantai.

Selain itu, festival kuliner Marandang di pantai Cimpago, serta Kirab Kota dengan maskot masing-masing negara, funbike yang diikuti delegasi WPNS, dance and band performance, promosi kebudayaan dan kuliner Indonesia (cultural dinner). ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:beritasatu.com
Kategori:Warga Bertuah, GoNews Group, Kulim, Binawidya
wwwwww