Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
9 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
16 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Parlemen
Islah Partai Persatuan Pembangunan

Emilia Kontesa: Saya Berharap Semua Kekisruhan di PPP Segera Berakhir

Emilia Kontesa: Saya Berharap Semua Kekisruhan di PPP Segera Berakhir
Anggota DPD RI dan politisi Partai PPP asal Jawa Timur, Emilia Kontesa. (Legislatif.co)
Senin, 11 April 2016 13:59 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Anggota DPD RI asal Jawa Timur yang sekaligus politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Emilia Kontesa, berharap segala kekisruhan di tubuh PPP segera berakhir.

Artis 80 an ini menganggap, tidak satupun manfaat yang didapat dari perbedaan yang berujung pada permusuhan. "Jujur saja, saya merupakan salah satu Ketua DPP PPP dari kubu pak Djan Farid, tapi dari hati yang paling dalam, saya miris dengan perseteruan ini, saya menginginkan keduanya segera benar-benar berdamai," terang Emilia kepada Legislatif.co (GoNews Group) disela-sela Rapat Paripurna DPD RI di Nusantara V DPR RI.

Dirinya juga mengakui, sejak partainya terpecah belah, iapun jarang mengikuti kegiatan partai baik yang diadakan Djan Farid maupun Romi. "Saya ini miris sekaligus bingung mas, pak Djan Farid itu teman baik saya, pak Romi juga sahabat dekat saya. Jadi saya tidak bisa memihak kesana kemari, karena bagi saya mereka sama-sama sahabat keluarga, dan kerabat saya," tukasnya.

Ketika ditanya posisi dirinya di Partai Persatuan Pembangunan pasca Muktamar Islah, Emilia dengan suara berat menjawab saat ini berposisi netral. "Bukan mau jadi bunglon atau tidak punya pendirian, tapi saya akan melihat dulu bagaiaman perkembanganya, karena menurut saya, Muktamar itu belum sepenuhnya menyelesaikan masalah, karena pada kenyataaanya sampai hari ini ketuanya masih dua orang," jawabnya.

Dirinya juga sempat mengutarakan tidak kenyamanannya selama perseteruan dua kubu ditubuh Partai berlambang ka'bah itu. "Kalau pecah begini, yang ada hanya ketidak rukunan. Jujur saya tidak nyaman, dan memilih tidak terlalu sibuk di Partai. Saya fokus dulu DPD," ujarnya.

Dia juga menyebut, akan kembali aktif jika keduanya sudah menemukan kerangka dan kesepakatan damai. "Jujur saja saat ini saya hanya mengutamakan dua kegiatan, pertama rumah tangga saya, kedua saya habiskan untuk pekerjaan di DPD RI. Tapi kalau nanti sudah benar-benar ketemu formasi yang pas, perdamaian tercipta, saya bersedia aktif kembali," tukasnya lagi.

Ditanya soal pengajuan PK dari kubu Djan Farid, dirinya mengaku tidak tahu. "Saya tidak tau soal itu, tapi saya hanya bependapat, semua upaya bisa dilakukan, setelah formulanya ketemu dan betul-betul diakui keabsahanya baru saya bergabung kembali," pungkasnya. ****

wwwwww