Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
7 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
14 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Parlemen
Sidang Paripurna ke-10 DPD RI, Ricuh

Benny Rhamdani: Kami Malu Anggaran Besar Tapi Tak Bisa Dinikmati Masyarakat

Benny Rhamdani: Kami Malu Anggaran Besar Tapi Tak Bisa Dinikmati Masyarakat
Inisiator pengguliran Mosi Tidak Percaya kepada Pimpinan DPD RI, Benny Rhamdani. (Legislatif.co)
Senin, 11 April 2016 18:41 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Senator asal Sulut Benny Rhamdani mengaku kecewa selama ini beberapa anggota DPD tidak pernah dilibatkan dalam setiap mengambil keputusan.

Padahal menurutnya Anggaran DPD sangat besar, ia dan sejumlah anggota DPD mengaku malu karena selama ini banyak kegiatan yang tak jelas dan terkesan menghambur-hamburkan uang rakyat.

"Bisa dibayangkan, dengan anggaran besar masyarakat tidak pernah menikmati, kami malu. Okelah mungkin kalau reses memang dianggarkan dan diharapkan bisa menghasilkan sesuatu untuk masyarakat, tapi kalau kunjungan kerja yang sifatnya hanya pencitraan pribadi dan selalau menggunakan anggaran rakyat, kemana urat malu kita," kata Benny disela-sela Sidang Paripurna DPD RI, Senin (11/04/2016).

Hal ini jugalah yang selama ini ia suarakan di DPD, namun ada sebagian atau segelintir oknum DPD yang bahkan menuduh dirinya dengan kawan-kawan akan mengkudeta Pimpinan DPD.

"Kami tidak haus kekuasaan, kami hanya ingin dilibatkan dalam segala hal yang berhubungan dengan masyarakat. Kedua kami ingin pemimpin DPD bukan orang yang selalu membuat kebohongan-kebohongan publik," tukasnya.

Jadi menurutnya, Faruk Muhammad dan Irman Gusman, posisi nya saat ini benar-benar sudah kehilangan legitimasi dan dianggap tidak pantas duduk di Pimpinan DPD RI.

"Jadi pada intinya kami tetap akan menggulirkan perlawanan dengan mosi tidak percaya kepada mereka, karena mereka berdua tidak mengedapkan sikap kenegarawan, dan kericuhan yang seharusnya tidak dipertontonkan kepada masyarakat, ini juga akibat perilaku dari pimpinan yang tak patut di teladani. Kita hanya termotivasi untuk memperbaiki sistem, bukan untuk mengejar jabatan," pungkasnya. ***

wwwwww