Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
10 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
14 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
3
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
10 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
4
Badan Gizi Nasional Buka 953 Layanan Baru, Ibu Hamil di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Utama
Nasional
10 jam yang lalu
Badan Gizi Nasional Buka 953 Layanan Baru, Ibu Hamil di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Utama
5
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
8 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
6
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Air PDAM Padang Kembali Mati, Warga Bungo Pasang Koto Tangah Tapakiak

Air PDAM Padang Kembali Mati, Warga Bungo Pasang Koto Tangah Tapakiak
Wako Padang H. Mahyeldi angkat karung pasir perbaiki jaringan PDAM Padang di Lubuk Minturun. (Humas)
Kamis, 07 April 2016 06:01 WIB
Penulis: Calva

PADANG - Aliran air dari PDAM Kota Padang kembali tersendat ke rumah-rumah penduduk di kawasan Kelurahan Bungo Pasang, Koto Tangah Padang. Akibatnya, aktifitas warga di pagi hari Kamis (7/4/2016) terganggu. Para pelajar yang akan berangkat sekolah, ada yang tidak bisa mandi. Begitu juga dengan pedagang makanan, seperti lontong terpaksa tidak bisa berjualan.

Seorang pedagang lontong di kawasan Rawang Panjang, Tunggul Hitam, menyebutkan, ia tidak bisa berjualan hari ini, lantaran air PDAM sejak kemaren tidak mengalir ke rumah. "Maka saya tidak bisa memasak gulai, masak ketupat," katanya nelangsa.

Sementara itu, pemilik jasa cuci kiloan alias laundry juga mengeluhkan matinya air PDAM Padang ke rumahnya. Karena, tidak bisa mencuci baju pelanggannya. "Cucian menumpuk, kita tidak bisa apa-apa dan jelas merugi," katanya.

Seorang ibu rumah tangga di Kompleks Taruko IV Bungo Pasang, juga kesal dengan ulah air yang tidak mengalir ke rumah. "Mau mandi, mencuci piring dan pakaian serta melakukan aktifitas biasa di pagi hari dengan air tak bisa dilakukan. Bahkan untuk membuat minuman pagi, terpaksa merebus air mineral atau air galon," katanya.

Ia berharap, PDAM segera mengalirkan air ke rumah. "Pak Walikota, Pak PDAM, tolonglah hidupnya air ke rumah, kami tidak bisa apa-apa," katanya. (***)

wwwwww