Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
3
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
25 menit yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Dua Nyawa Melayang dalam Sebulan, Pemkot Pekanbaru Peringatkan Warga Awasi Anak di Bantaran Sungai

Dua Nyawa Melayang dalam Sebulan, Pemkot Pekanbaru Peringatkan Warga Awasi Anak di Bantaran Sungai
Jum'at, 23 Oktober 2026 07:39 WIB
Penulis: M Rafdinal Adrianto
PEKANBARU – Rentetan insiden nahas yang merenggut nyawa akibat tenggelam dalam sebulan terakhir memantik peringatan keras dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru. Tragedi hilangnya nyawa di area bekas galian hingga insiden terseret arus Sungai Siak menjadi pengingat bagi para orang tua untuk tidak membiarkan anak-anak mereka bermain di kawasan perairan tanpa pengawasan melekat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru, Martin Manulok menekankan bahwa kelengahan sedetik saja di area rawan bisa berakibat fatal bagi keselamatan jiwa anak.

"Kami mengimbau supaya orang tua benar-benar mengawasi anak-anaknya saat bermain di tepi sungai. Jangan sampai mereka bebas berenang sembarangan hingga akhirnya tenggelam," tegasnya, Kamis (22/10/2026).

Peringatan dari otoritas kebencanaan ini dilatarbelakangi oleh dua peristiwa tragis yang berujung duka. Berdasarkan catatan BPBD, insiden pertama terjadi pada 20 September 2026 lalu. Kala itu, seorang warga dilaporkan tenggelam di sebuah lubang bekas galian proyek yang berlokasi persis di sebelah Kompleks Taman Makam Pahlawan Kusuma Dharma. Setelah dilakukan pencarian, petugas mengevakuasi jasad korban yang sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Belum genap sebulan berlalu, duka kembali menyelimuti warga ibu kota Provinsi Riau. Pada 17 Oktober 2026, seorang anak yang baru berusia 10 tahun dilaporkan hilang saat beraktivitas di sekitar aliran Sungai Siak.

Martin yang didampingi oleh Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kota Pekanbaru, Suhendri, menjelaskan bahwa proses pencarian korban memakan waktu cukup panjang dengan melibatkan aparat gabungan lintas instansi.

"Kami bersama tim gabungan langsung menyisir lokasi pada hari kejadian. Jasad korban baru berhasil kami temukan satu hari setelahnya, dan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia," terangnya merinci operasi evakuasi tersebut.

Pihak BPBD berharap masyarakat menjadikan kedua peristiwa tersebut sebagai pelajaran untuk meningkatkan kewaspadaan. Pengawasan dari pihak keluarga menjadi kunci utama guna meminimalisasi risiko kecelakaan air, sekaligus memastikan anak-anak terhindar dari bahaya terseret arus maupun tenggelam di area tak terduga. ***

wwwwww