Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Polda Riau Gelar Razia di 8 THM Pekanbaru, Dua Pengunjung Positif Narkoba
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Polda Riau Gelar Razia di 8 THM Pekanbaru, Dua Pengunjung Positif Narkoba
2
Kualitas Udara Membaik, Siswa SD dan SMP di Pekanbaru Mulai PTM Terbatas Senin Ini
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Kualitas Udara Membaik, Siswa SD dan SMP di Pekanbaru Mulai PTM Terbatas Senin Ini
3
Tinjau PTM Perdana Pasca-Kabut Asap, Wawako Pekanbaru Bagikan Masker hingga Vitamin untuk Pelajar
Cendekia
4 jam yang lalu
Tinjau PTM Perdana Pasca-Kabut Asap, Wawako Pekanbaru Bagikan Masker hingga Vitamin untuk Pelajar
4
Sempat Tertinggal, PSPS Pekanbaru Balas Libas Persiku Kudus 4-1 di Kandang
Gelanggang
23 jam yang lalu
Sempat Tertinggal, PSPS Pekanbaru Balas Libas Persiku Kudus 4-1 di Kandang
5
Gerebek Indekos di Payung Sekaki Pekanbaru, Polisi Sita Puluhan Gram Sabu dan Etomidate dari Tangan Wanita
Payung Sekaki
2 jam yang lalu
Gerebek Indekos di Payung Sekaki Pekanbaru, Polisi Sita Puluhan Gram Sabu dan Etomidate dari Tangan Wanita
6
Gerebek Kawasan Rumbai, Polda Riau Gagalkan Peredaran 47 Kilogram Sabu di Pekanbaru
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Gerebek Kawasan Rumbai, Polda Riau Gagalkan Peredaran 47 Kilogram Sabu di Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Kulim

Kabut Asap Pekat Kepung Kulim Pekanbaru, Warga Makin Tersiksa Akibat Listrik Padam

Kabut Asap Pekat Kepung Kulim Pekanbaru, Warga Makin Tersiksa Akibat Listrik Padam
Minggu, 18 Oktober 2026 14:51 WIB
KULIM – Derita warga Kelurahan Sialang Rampai, Kecamatan Kulim, Kota Pekanbaru seolah jatuh tertimpa tangga. Di saat udara permukiman diselimuti kabut asap pekat sisa kebakaran hutan dan lahan, aliran listrik di wilayah tersebut justru padam secara mendadak pada Minggu (18/10/2026), memicu rasa sesak dan ketidaknyamanan yang mendalam di dalam rumah.

Kondisi ini membuat ratusan kepala keluarga di kawasan RW 02 kewalahan. Ketiadaan daya listrik menghentikan fungsi kipas angin dan pendingin ruangan yang selama ini menjadi benteng terakhir untuk menyaring udara kotor. Alhasil, asap berbau sangit dengan leluasa menyusup ke ruang tamu hingga kamar tidur tanpa bisa dihalau.

Seorang warga setempat, Rahmat Handayani mempertanyakan kejanggalan gangguan jaringan ini. Menurut pantauannya, pemadaman terjadi saat cuaca sedang terik tanpa adanya tanda-tanda hujan lebat maupun terjangan angin kencang di sekitar permukiman.

"Ada apa ini? Mengapa listrik padam tanpa adanya gangguan alam di lokasi kami," keluhnya dengan nada kecewa.

Rahmat menjelaskan bahwa ketersediaan daya listrik saat ini bukan lagi sekadar penunjang kenyamanan, melainkan fasilitas krusial untuk bertahan hidup di tengah kualitas udara yang memburuk. Kepulan polusi yang terperangkap di dalam hunian sangat mengancam pernapasan, terutama bagi balita dan anak-anak.

"Anak-anak kami ikut terdampak karena asap mengepung isi rumah. Kalau jendela dibuka, udara luar makin parah masuknya. Sementara perabotan elektronik untuk sirkulasi udara mati total," bebernya.

Meski pihak otoritas penyedia layanan kelistrikan wilayah Kota Timur telah melayangkan permohonan maaf melalui layanan pelanggan, warga menilai hal itu belum cukup menjawab persoalan darurat di lapangan. Mereka mendesak pengerahan regu teknis secara masif untuk menuntaskan akar gangguan, bukan sekadar memberikan jawaban normatif yang mengambang.

"Jangan biarkan masyarakat terlalu lama terkurung dalam kondisi darurat seperti ini. Kami mendesak pemulihan pasokan secepatnya agar aktivitas dan kesehatan keluarga tidak makin terancam," tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, aliran daya di kawasan Sialang Rampai terpantau belum kunjung menyala. Warga masih bertahan di dalam rumah, menanti langkah perbaikan nyata agar mereka tak lagi harus berjibaku melawan kegelapan sekaligus kepungan udara yang berisiko bagi kesehatan. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Warga Bertuah, Kulim
wwwwww