Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Pekanbaru, Belasan Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga
![]() |
Penulis: Afrila Yobi
Merespons kondisi darurat tersebut, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru langsung turun membelah malam. Para petugas berjibaku memotong batang pohon yang merintangi jalan dan mengamankan area sekitar agar aktivitas mobilitas masyarakat bisa segera berangsur normal.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekanbaru, Martin Manoluk membenarkan adanya insiden yang terjadi secara serentak di belasan titik tersebut. Pihaknya langsung menyebar personel ke lapangan sesaat setelah menerima rentetan panggilan darurat dari masyarakat yang kawasannya terdampak.
"Tim BPBD bersama DLHK langsung ke lokasi untuk mengevakuasi pohon tumbang, usai menerima laporan warga," terangnya, Jumat (16/10/2026).
Berdasarkan catatan lapangan BPBD, sebaran pohon tumbang ini mengepung 11 lokasi berbeda di penjuru kota. Titik tersebut mencakup Jalan Arifin Ahmad, Jalan Mawar, Jalan Rawamangun, Jalan Naga Sakti, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Haji Ali Aseral, Jalan Harapan Raya Ujung, Jalan Muslim Sari, Jalan Kali Putih, Jalan Nangka, serta Jalan Tangkerang Selatan.
Meski hantaman batang pohon sempat merusak bagian atap sejumlah rumah warga, Martin memastikan insiden alam ini tidak sampai menelan korban jiwa. Kerugian yang ditimbulkan murni bersifat materiil. Menariknya, dalam proses pembersihan sisa patahan pohon, petugas di lapangan tidak bekerja sendirian. Kelompok masyarakat setempat turut bahu-membahu menyingkirkan dahan dan kayu yang berserakan menutupi badan jalan.
"Kami juga mengapresiasi proses evakuasi pohon tumbang di Jalan Haji Ali Aseral. Apalagi proses evakuasi dibantu oleh warga sekitar," puji Martin.
Sebagai langkah mitigasi lanjutan, pihak BPBD kini tengah menjalin koordinasi intensif dengan DLHK Kota Pekanbaru untuk memetakan sekaligus mengantisipasi keberadaan pohon-pohon berusia tua yang kondisinya mulai lapuk dan rentan patah. Masyarakat juga diminta untuk meningkatkan kepekaan terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama saat peralihan cuaca mulai memburuk. Warga sangat diimbau untuk tidak menjadikan area di bawah rimbunan pohon besar sebagai tempat berteduh demi menghindari ancaman mara bahaya yang bisa datang sewaktu-waktu. ***
| Kategori | : | Kabar Bertuah, Pekanbaru |











