Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
9 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
8 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
8 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
9 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
6
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
10 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  Kampus

Perwira Muda Korlantas Polri Ipda Haidar Yaafi Paparkan Formula Baru Atasi Kemacetan

Perwira Muda Korlantas Polri Ipda Haidar Yaafi Paparkan Formula Baru Atasi Kemacetan
Ipda M. Haidar Yaafi, S.Tr.K., M.Sc.(Ist)
Kamis, 04 Desember 2025 07:37 WIB
Penulis: Mambang Yazid
JAKARTA - Upaya meningkatkan kualitas penanganan lalu lintas di Indonesia mendapat suntikan optimisme baru. Perwira muda Korlantas Polri, Ipda M. Haidar Yaafi, S.Tr.K., M.Sc., kembali ke Tanah Air setelah menuntaskan studi magister di University of Edinburgh, Skotlandia, dengan predikat Distinction.

Capaian tersebut mengiringi lahirnya sejumlah rekomendasi strategis yang dinilai siap diterapkan dalam penanganan kemacetan lalu lintas di berbagai kota besar Indonesia.

Disertasi yang mengantarkan Haidar Yaafi meraih predikat akademik tertinggi itu menyoroti kemacetan sebagai persoalan sistemik. Ia menegaskan bahwa problem lalu lintas di Jakarta, Surabaya, Medan, dan kota metropolitan lainnya tidak bisa diatasi hanya dengan pelebaran jalan atau rekayasa fisik semata.

Riset Haidar Yaafi justru berfokus pada pendekatan terpadu yang memadukan sains, kebijakan, dan perubahan perilaku, sebuah pendekatan yang semakin diadopsi negara-negara maju.

Tiga Pilar Strategi

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, Haidar Yaafi mengusulkan tiga pilar utama yang dinilainya dapat menjadi arah baru mitigasi kemacetan di Indonesia:

Intervensi Kebijakan dan Regulasi

Haidar mendorong perumusan kebijakan lalu lintas yang tegas dan berbasis data. Contohnya penerapan Electronic Road Pricing (ERP) atau pembatasan kendaraan sesuai volume lalu lintas. Kebijakan ini, menurutnya, mampu mengalihkan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum secara lebih signifikan.

Model Transportasi Berbasis Sains

Dengan kompetensi di bidang Transport Modelling, Haidar siap mendukung Korlantas mengembangkan model prediktif untuk mensimulasikan dampak kebijakan sebelum diterapkan. Pendekatan ini dapat mengurangi kebijakan yang berisiko tidak efektif karena diterapkan tanpa analisis mendalam.

Perubahan Budaya dan Integrasi Fasilitas

Haidar menegaskan bahwa keberhasilan strategi modern membutuhkan perubahan perilaku masyarakat. Integrasi fasilitas publik, termasuk pengembangan kawasan Transit-Oriented Development (TOD), harus diperkuat agar transportasi umum menjadi pilihan utama warga urban.

Analisis Berbasis Sains ke Korlantas

“Pendekatan baru ini mengajarkan kami melihat kemacetan sebagai persoalan kebijakan, rekayasa, dan budaya sekaligus,” ujar Haidar. “Kami siap menyumbang analisis berbasis sains mutakhir untuk membantu pemerintah dan instansi terkait merumuskan langkah yang efektif dan berkelanjutan.”

Hadirkan SDM Unggul

Kembalinya Ipda Haidar dengan prestasi dan keahlian yang relevan menjadi bukti komitmen Polri dalam menyiapkan sumber daya manusia yang responsif terhadap tantangan layanan publik. Integrasi ilmu transportasi modern ke dalam kebijakan nasional dinilai menjadi langkah penting menuju sistem lalu lintas yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Kampus, Balai Kota, Binawidya
wwwwww