Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
17 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
16 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Balai Kota
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Home  /  Berita  /  Gelanggang

UI dan KONI Rumuskan Peta Jalan Diplomasi dan Industri Olahraga Prestasi Menuju Indonesia Emas 2045

UI dan KONI Rumuskan Peta Jalan Diplomasi dan Industri Olahraga Prestasi Menuju Indonesia Emas 2045
Acara Seminar Optimalisasi Diplomasi dan Industri Olahraga Prestasi yang digelar UI dan KONI menghadirkan akademisi dan praktisi olahraga. (Dok. UI)
Rabu, 03 Desember 2025 19:54 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Upaya memperkuat ekosistem olahraga nasional kembali mendapat momentum penting melalui penyelenggaraan seminar “Optimalisasi Diplomasi dan Industri Olahraga Prestasi” yang digelar atas kolaborasi Pusat Studi Strategik Diplomasi dan Industri Olahraga  Center for Strategic and Global Studies Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (PSSDIO CSGS SPPB UI), serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Seminar yang berlangsung di Gedung Apung, Perpustakaan Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin, 1 Desember 2025 ini menghadirkan akademisi dan praktisi untuk membahas tantangan dan peluang Indonesia menuju kekuatan olahraga dunia pada 2045.

Dalam sambutannya, Wakil Direktur SPPB UI, Ir. Mauren Pomsar Lumban Toruan, M.M menegaskan Universitas Indonesia lewat Sekolah Pasca Sarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB UI) sangat peduli kepada kemajuan olahraga di tanah air. Karena itu sebaga lembaga akademik tentunya Universitas Indonesia sejak setahun lalu membentuk pusat studi stratejik diplomasi dan industry olahraga (PSSDIO) dan siap membantu secara akademik pihak- pihak yang ingin memajukan olahraga utamanya KONI.

“Untuk meningkatkan diplomasi dan industri olahraga kita perlu bekerjasama dengan KONI dan semua stakeholder, agar UI bisa menjadi pusat pengembangan olahraga nasional, UI juga sering mengadakan kejuaraan olahraga menunjukkan antusiasme kami untuk memajukan olahraga, ujar Mauren.

Sementara itu, Ketua Center for Strategic and Global Studies (CSGS) UI, Dr. Shobichatul Aminah, M.Si, melihat bahwa pusat riset diplomasi dan industri olahraga itu ternyata di Indonesia belum ada, padahal hal ini sangat penting untuk memajukan olahraga Indonesia.

“Kami dari kalangan akademisi sekarang memunculkan pusat riset terkait manajemen olahraga, karena sepertinya ada yang salah dalam olahraga di Indonesia, seperti isu kanjuruhan, karena belum ada yang serius mengkaji manajemen olahraga, manajemen event olahraga, standar orang yang kerja di olahraga itu belum ada yang serius mengkaji hal ini,“ ujarnya

Karena itu, Shobichatul kemudian membentuk pusat studi stratejik diplomasi dan industri olahraga yang diharapkan dapat bekerjasama dengan KONI dalam memajukan Diplomasi dan Industri Olahraga. Ia berharap kerjasama tidak berhenti di atas meja tapi harus mampu mewujudkan hasil riset, lembaga pendidikan, dan kegiatan-kegiatan yang meningkatkan kemajuan diplomasi dan industri olahraga.

“Saya tidak ahli dalam olahraga, tapi saya concern karena ini peer. Untuk membicarakan hal ini harus ada teori yang riil,” tambah Shobichatul.

Ketua Pusat Studi Stratejik DIplomasi dan Industri Olahraga (PSSDIO) UI, Dr. Uden Kusuma Wijaya SH MM menyatakan kesiapannya untuk bekerjasama dengan berbagai pihak utamanya KONI untuk memajukan diplomasi dan industri olahraga. Menurutnya, banyak kamuflase di dunia olahraga yang terjadi perlu dibenahi secara signifikan melalui analisa dan riset. Begitu juga dengan kunci dari kemajuan olahraga adalah sport industry yang harus dikelola secara industri.

“Saya pernah menjadi staf ahli di Kemenpora, saya melihat tiap sore mantan atlet yang berlaga di ajang nasional dan internasional sampai menggadaikan medalinya hanya untuk hidup, membayar kost rumahnya, ini dampak dari kebijakan yang harus dapat kita ubah kondisinya,” usulnya.

Seorang atlet harus dihargai baik saat menjadi atlet maupun setelah tidak menjadi atlet, tidak peduli apakah dia atlet lokal, nasional ataupun internasional. “Mereka harus dikelola secara baik dari sisi ekonomi, dikembangkan secara personal, ketika mereka sudah tidak jadi atlet lagi kebutuhan ekonomi mereka harusnya sudah mencukupi” tambah uden. PSSDIO sebagai lembaga studi di Universtas Indonesia akan mengarah kepada pengkajian dan naskah akademik demi kemajuan dunia olahraga khususnya kesejahteraan atlet. Jangan sampai setelah mereka tidak berprestasi mereka terabaikan,” harapnya.

Sekretaris Jendral KONI Pusat, Drs. Tb. Ade Lukman Djajadikusuma, MEMOS, menyambut baik inisiatif UI untuk berperan dalam kemajuan diplomasi dan industri olahraga. Menurutnya, kajian-kajian akademis untuk pemajuan dunia olahraga sangat dibutuhkan oleh KONI sebagai lembaga tinggi olahraga di Indonesia.

“Kami sangat menyadari bahwa lingkungan akademisi adalah satu lingkungan yang tidak dapat kami tinggalkan, Indonesia menguasai Asia Tenggara di tahun 1997 an, melalui rencana kerjasama yang akan dilakukan akan ditindaklanjuti dengan hal-hal yang kongrit karena akan banyak kontribusi dari UI dalam hal diplomasi dan industrI olahraga prestasi,”, ujarnya.

Seminar Optimalisasi Diplomasi dan Industri Olahraga Prestasi Menuju Indonesia Emas 2045 dibagi dalam dua sessi. Sesi pertama yang membahas tentang Sport Diplomacy & Industry Landscape menghadirkan narasumber Ketua PSSDIO CSGS SPPB UI, Dr. Uden Kusuma Wijaya SH MM, Sekretaris Jendral Koni Pusat, Drs. Tb. Ade Lukman Djajadikusuma, MEMOS, dan Mufidi, S.or, MM dari SM School of Sport Management.

Sesi kedua yang membahas Kesejahteraan Atlet (Welfare Athlete) menghadirkan Staf Khusus KONI Pusat, Drs, Shadik Algadri, Bidang Usaha dan Kerjasama KONI Pusat, Anjar Nugraha dan Praktisi Industri, Muhamad Budi Negoro. ***

wwwwww