Epy Kusnandar Wafat, Wasiat Terwujud Minta Dimakamkan di Garut Dekat Ibunda
![]() |
| Epy Kusnandar. (Intagram) |
Penulis: Mambang Yazid
Wasiat tersebut muncul beberapa waktu lalu dalam wawancara terkait film horor Selepas Tahlil, tempat Epy Kusnandar memerankan karakter Hadi, seorang ayah yang meninggal dan “kembali” dalam wujud mayat hidup.
Ketika membahas proses pendalaman peran itu, Epy Kusnandar berbicara jujur tentang kematian dan hal-hal yang ingin ia tuntaskan dalam hidup.
Epy Kusnandar menyampaikan bahwa jika kelak ia wafat, ia ingin jasadnya dibawa pulang ke Garut dan dikebumikan dekat pusara ibundanya. Pengakuan tersebut disampaikannya dengan nada serius, bukan sekadar selingan atau promosi film.
Epy Kusnandar menggambarkan Garut sebagai tempat terbaik untuk beristirahat, dikelilingi orang-orang terdekat. Bahkan, ia berharap peristirahatan terakhirnya kelak bisa menjadi momentum untuk mempererat keluarganya yang sempat renggang.
Ucapan Epy Kusnandar itu kini terasa menyayat, mengingat menjadi semacam pesan terakhir yang telah ia titipkan jauh hari sebelum kepergiannya.
Peran sebagai mayat hidup dalam Selepas Tahlil turut mempengaruhi cara Epy Kusnandar memandang kehidupan dan kematian. Menurutnya, memerankan sosok “orang mati yang harus hidup” bukan hanya menantang secara fisik, tetapi juga membuka ruang kontemplasi tentang utang perasaan, rahasia keluarga, serta takutnya manusia menghadapi maut sebelum semua tuntas.
Berita kepergian Epy Kusnandar disampaikan sang istri, Karina Ranau, melalui akun Instagram resminya. Ia mengunggah lelayu digital yang berisi doa untuk almarhum. “Telah berpulang ke Rahmatullah. Epy Kusnandar bin Erning Sutarsa… ya Allah ampunilah dia, kasihanilah dia, sejahterakanlah dia dan maafkanlah kesalahannya,” tulisnya.
Karina menyebut Epy Kusnandar wafat pada pukul 14.24 WIB dan jenazah disemayamkan di rumah duka di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Kepergian Epy Kusnandar bukan hanya meninggalkan duka mendalam, tetapi juga jejak wasiat pribadi yang mengungkap sisi manusiawinya: rindu kampung halaman, cinta pada ibunda, dan harapan agar keluarganya tetap menyatu bahkan setelah ia tiada. ***











