Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
3
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
4 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Bahlil, Diserang Buzzer Jahat?

Bahlil, Diserang Buzzer Jahat?
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Ist)
Sabtu, 27 September 2025 19:44 WIB
Penulis: Lamadi de Lamato, Direktur Eksekutif Abuleke Institute, Alumni Yale AS.
BEBERAPA hari ini, berita tentang Bahlil Lahadalia Menteri ESDM dan Ketua Umum Golkar, di opinikan buruk begitu sangat kencang dan menggila. Opini itu sudah diluar nalar dan toleransi nalar sehat. Lelaki menteri asal indonesia Timur ini, seolah olah sudah tidak punya sesuatu yang baik. Semua seolah tentang apa yang dikerjakan oleh Bahlil, buruk semua.

Prestasi yang ia torehkan sebagai anak kampung, yang bisa berada di lapisan elit tetap dikaitkan buruk. Begitupun kebijakannya yang memperbaiki sistem yang rusak warisan lama, baik di kementerian dulu hingga sekarang juga disebut buruk. Apapun tentang Bahlil selalu dipersoalkan publik terutama buzzer jahat.

Sebagai kawan yang tahu tentang sepak terjang menteri yang berasal dari orang miskin ini, sangat menyayangkan deskredit publik yang buruk itu kepada dirinya. Saya sangat yakin, orang-orang yang berhati kotor terhadap Bahlil bukan orang jauh, melainkan orang-orang dekat beliau. Mereka ini saya sebut buzzer jahat dengan strategi kotor degan tujuan yang buruk pula. Mereka tidak ingin menteri asal Timur ini, berada di posisi strategis.

Hubungannya yang bagus dan mesra dengan Presiden Prabowo Subianto adalah bencana buat buzzer perusak bangsa tersebut.

Bertobatlah Buzzer Jahat

Melihat kerja buzzer yang buruk terhadap menteri ESDM dan Ketua Umum Golkar, yang beritanya sangat tendensius, saya jadi ingat buku analisis kritis karya Eriyanto. Buku itu menggunakan teori Heiddeger tentang berita yang dibuat tidak bebas nilai. Berita yang tidak bebas nilai dengan pemberitaan yang buruk, sengaja diciptakan untuk tujuan kekuasaan manipulatif.

Berita itu diciptakan dengan menggiring opini tertentu yang bersifat destruktif. Bahlil yang sejak awal masuk di kementerian, tidak henti-hentinya di bombardir dengan berita yang tidak benar dan memojokkan. Sebagai orang timur kadang-kadang tidak tahan dengan pemberitaan kawan demikian. Kalo tahu pelakunya, rasa-rasanya pengen bawa parang untuk potong orang yang merusak nama baik sang menteri. Namun cara itu, bukan solusi.

Guna menempuh cara yang elegan, saran saya buzzer jahat yang menyerang Bahlil, bertobatlah. Saya tidak melarang kritik, tapi bangunlah kritik yang baik seperti tidak menyentuh aspek rasial yang paling dikutuk oleh dunia.

Berprestasi & Gebrakan

Sangat aneh dengan buzzer jahat, menteri yang berasal dari timur ini sangat terbukti sebagai menteri berprestasi dan selalu membuat gebrakan tapi matanya selalu julid, sehingga sudut pandangnya selalu sempit dan buruk. Kendati bukan lulusan Harvard Amerika atau sejenisnya, tapi lelaki ini dianggap memiliki kompetensi internasional, sehingga ia bisa dipercaya mengelola kementerian yang identik dengan high skill di ESDM.

Kata-kata pujian itu bukan datang dari orang biasa, melainkan langsung dari Presiden Prabowo sendiri. Presiden berujar, biasanya yang memimpin kementerian strategis, adalah mereka yang lulusan luar negeri.

Nah Bahlil ternyata kuliahnya di Papua tapi bisa memimpin kementerian "kelas berat". Bukan kementerian kelas berat saja, tapi kementerian yang sangat sarat dengan kepentingan mafia migas dan tambang.

Saya mensinyalir buzzer yang mendekreditkan Bahlil dengan caci maki di media sosial, adalah buzzer bayaran yang ditugaskan membendung kebijakan menteri ESDM, yang sedang bersih-bersih dari elit hingga akar-akarnya. Untuk langkah Bahlil yang oleh ilmuwan Fachry Ali dijuluki sebagai tekhnorat dan seorang demokrat tulen ini, patut kita dukung. Setiap kebijakan ESDM yang dilakukan Bahlil, saya yakin semuanya adalah gebrakan yang sangat ditunggu untuk perbaikan yang lebih baik. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Kampus, Sepakbola, Binawidya
wwwwww