Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
5 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Boy Pohan dan Serta Ginting Bicara Soal Petinju di Seleknas Tinju Piala Menpora 2025

Boy Pohan dan Serta Ginting Bicara Soal Petinju di Seleknas Tinju Piala Menpora 2025
Seleknas Tinju Piala Menpora 2025. (Gonews.co Group)
Sabtu, 26 Juli 2025 21:52 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Wasit/juri tinju amatir Muhammad Arisa Putra Pohan dan Warta Ginting punya pandangan khusus terhadap petinju yang tampil pada Seleksi Nasional (Seleknas) Tinju Piala Menpora 2025 yang digelar di Hall Basket Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, 24-26 Juli 2025.

Boy Pohan, panggilan karib Muhammad Aria Putra Pohan menilai dari 98 petinju yang tampil di seleknas tersebut hanya 60 persen saja yang memiliki pukulan-pukulan bersih.

“Hanya 60 persen saja yang punya skill mumpuni, selebihnya mereka selalu mengandalkan pertarungan jarak pendek untuk mengejar kemenangan RSC atau KO. Saya bicara berdasarkan data statistik yang saya miliki dimana mereka meraih kemenangan telak 5-0,” jelas wasit bintang tiga ini.

Boy yang sudah memimpin pertandingan tinju di Olimpiade Tokyo 2021 dan Olimpiade Paris 2024 ini cukup maklum dengan kemampuan petinju yang tampil di seleknas. Pasalnya, mereka sangat minim mengikuti pertandingan tingkat nasional maupun internasional.

“Skill itu hanya bisa diasah dengan mengikuti banyak pertandingan terutama internasional. Baik itu menghindari pukulan maupun kapan saatnya melepaskan pukulan bersih yang meraih poin,” jelasnya.     

Berbeda dengan Warta Ginting yang mengantongi wasit/juri bintang satu. Dia  menyebut hanya 40 persen petinju yang memiliki pukulan bersih dan menghasilkan poin.  

“Hanya 40 persen petinju yang tampil di seleknas memiliki pukulan bersih. Saya cukup maklum karena jam terbang mereka juga sangat minim baik di pertandingan nasional maupun internasional. Skill petinju yang mumpuni itu hanya terbentuk lewat banyaknya pertandingan nasional dan internasional yang diikutinya. Mereka bukan hanya bisa mengenal berbagai karakter lawan tetapi juga bisa memahami kapan saatnya menghindar dan melepaskan pukulan yang meraih poin,” jelasnya. ***

wwwwww