Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
3
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
4 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Flyover Sitinjau Lauik Dikebut, Desain dan Persiapan Jalan Mulai Dikerjakan

Flyover Sitinjau Lauik Dikebut, Desain dan Persiapan Jalan Mulai Dikerjakan
Satu unit alat berat disiagakan untuk memulai pengerjaan Jalan Layang Sitinjau Lauik di Kota Padang, Sumatera Barat. (antara/muhammad zulfikar)
Selasa, 22 Juli 2025 17:28 WIB

PADANG – Pemerintah segera memulai babak baru pembangunan infrastruktur di kawasan rawan bencana Sumatera Barat. Proyek Flyover Sitinjau Lauik dijadwalkan memasuki tahap konstruksi pada Oktober 2025, setelah izin penggunaan kawasan hutan disetujui pemerintah pusat.

"Pekerjaan konstruksi akan dimulai pada Oktober 2025," ujar Sekretaris Perusahaan PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL), Lenardo Putra, Senin (22/7/2025).

Proyek hasil skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) ini kini dalam tahap finalisasi desain yang ditargetkan selesai dalam enam bulan sejak kontrak design and build diteken bersama kontraktor pelaksana HK-HKI KSO pada April 2025.

Meski konstruksi baru dimulai Oktober, sejumlah persiapan lapangan sudah berjalan, termasuk pemulihan jalan eksisting dan mobilisasi alat berat ke lokasi. Satu unit alat berat pun disiagakan di kawasan proyek di Kota Padang.

Persetujuan penggunaan kawasan hutan seluas 8,5 hektare untuk pembangunan Flyover Panorama 1 telah diterbitkan lewat PPKH Nomor 366 Tahun 2025 tertanggal 30 Juni 2025, atas nama Kementerian PUPR.

Flyover Sitinjau Lauik dirancang dengan mempertimbangkan kondisi geografis ekstrem yang rawan longsor. Proses desain dilandaskan pada observasi langsung terhadap topografi serta kajian risiko bencana alam.

"Desain pembangunan telah disusun dengan memperhatikan aspek topografi agar aman dari risiko longsor dan bencana lainnya," jelas Lenardo.

Sementara ini, belum direncanakan pengalihan lalu lintas atau penutupan jalan Sitinjau Lauik. Namun, jika dibutuhkan, akan dilakukan berdasarkan hasil kajian teknis dan koordinasi lintas instansi.

Flyover Sitinjau Lauik diharapkan menjadi solusi permanen mengatasi rawan kecelakaan serta kelancaran arus logistik di jalur strategis penghubung Sumbar-Jambi. ***

wwwwww