Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
18 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
17 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Balai Kota
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Home  /  Berita  /  Mimbar Bertuah

Kecerobohan Ganjar Untungkan Anies dan Prabowo

Kecerobohan Ganjar Untungkan Anies dan Prabowo
Kolase Ganjar, Prabowo dan Anies. (Foto; Istimewa)
Jum'at, 31 Maret 2023 15:06 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Pembatalan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tentu merugikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang hendak maju menjadi calon presiden pada 2024.

Menurut analisis pengamat politik Jamiluddin Ritonga, kerugian itu merupakan konsekuensi logis dari sikap Ganjar yang menolak kehadiran Tim U-20 Israel untuk mengikuti event tersebut. Sikap Ganjar itu dinilai menjadi alasan FIFA membatalkan pelaksanaan Piala Dunia U-20 di Indonesia.

"Sikapnya itu dinilai tidak sejalan dengan sebagian besar masyarakat yang menginginkan Indonesia menjadi tuan rumah. Akibatnya, penilaian negatif terhadap Ganjar mencuat di mana-mana," kata Jamiluddin lewat keterangan tertulisnya kepada wartawan, Jumat (31/3/2023).

Mantan Dekan Fikom IISIP ini menambahkan, situasi seperti itu tentu menguntungkan bacapres lainnya. Terutama Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.

"Keuntungan yang diperoleh dua bacapres ini bukan karena menari-nari di atas caci maki terhadap Ganjar, tapi konsekuensi logis kecerobohan Gubernur Jawa Tengah itu dalam bersikap,"ujarnya.

Jadi, lanjut Jamiluddin, sikap negatif masyarakat terhadap Ganjar semata atas tidak bijaksananya kader PDI Perjuangan dalam bersikap. "Hal itu sekaligus menunjukkan lemahnya kapasitas kepemimpinan Ganjar," pungkas Jamiluddin.***

wwwwww