Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
7 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
6 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
5 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
7 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
6
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
7 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Kompolnas Minta Warga dan Media Ikut Awasi Keluarga Polri yang Doyan Flexing

Kompolnas Minta Warga dan Media Ikut Awasi Keluarga Polri yang Doyan Flexing
Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengky Indarti. (Foto: Istimewa)
Selasa, 21 Maret 2023 16:38 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Masyarakat dan media diminta turut aktif mengawasi keluarga anggota Polri yang gemar memamerkan gaya hidup mewah alias flexing di media sosial.

Ajakan itu disampaikan oleh anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengky Indarti, menyikapi maraknya gaya hidup mewah keluarga anggota Polri, terutama di kalangan perwira tinggi.

"Kompolnas akan terus menerus mengawasi hal tersebut, serta mengajak seluruh masyarakat termasuk media untuk membantu melakukan pengawasan," kata Poengky, Selasa (21/3).

Untuk internal Polri, Kompolnas mendorong agar pimpinan, seluruh anggota, dan keluarga perlu menggelorakan kembali reformasi kultural. Reformasi kultural bukan hanya saat bekerja tapi juga saat bersosial dengan konsisten untuk hidup sederhana.

Di sisi lain, Poengky tak menampik masih banyak anggota serta keluarga Polri yang hidup dalam kesederhanaan dan berbaur dengan masyarakat. Namun, gara-gara satu kasus, banyak anggota Polri lain yang ikut terdampak. Ibarat, karena nila setitik rusak susu sebelanga.

"Memang tidak semua anggota Polri bergaya hidup mewah karena gaji anggota Polri kecil, contohnya para Tamtama dan Bintara. Tetapi mereka ikut terdampak dan dianggap ikut bergaya hidup mewah, padahal kesejahteraan mereka sangat kecil," tandas Poengky.***

wwwwww