Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
2
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
Nasional
6 jam yang lalu
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
3
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Parlemen

Ilham Bintang Sebut Tagline Radikal adalah Pengalihan Isu untuk Menutupi Maling Kekayaan Negara

Ilham Bintang Sebut Tagline Radikal adalah Pengalihan Isu untuk Menutupi Maling Kekayaan Negara
Wartawan senior yang juga Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (DK PWI) Ilham Bintang. (Foto: istimewa)
Senin, 13 Maret 2023 14:59 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Wartawan senior yang juga Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (DK PWI) Ilham Bintang mengungkap tuduhan radikal-radikul dan intoleran terhadap sesama anak sebagai pengalihan isu untuk menutupi 'radikalisme' maling kekayaan negara.

"Saya baru diberitahu kawan yang bekerja di Ditjen Pajak. Katanya, di lingkungan Kemenkeu sudah ada konvensi nilai kelayakan harta yang jadi pegangan seluruh karyawan", tulisnya melalui laman facebook Ilham Bintang, Sabtu (11/3/2023) lalu.

Menurutnya, Eselon III harta kekayaan maksimal 2 M, Eselon II 5 Miliar dan Eselon I 10 Miliar. Dari LKHPN yang mereka setorkan ke KPK sudah bertahun-tahun melampaui itu, dan KPK sudah mengirimkan warning itu kepada Menteri dan Irjen Kemenkeu. "Namun, yang berwenang baru bereaksi setelah kasus penganiayaan David hingga koma," lanjut Ilham Bintang.

"Saya juga baru ngerti tagline tuduhan Radikal Radikul dan Intoleran sesama bangsa yang digulirkan sejak era Jokowi rupanya sebagian tindak pengalihan isu pihak Ono untuk menutupi radikalisme mereka menyikat harta kekayaan negara."

"Maafkan lah saya yang telmi ini," tukasnya.***

wwwwww