Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pendiri Pekanbaru Marhum Pekan Resmi Terima Gelar Pahlawan Nasional
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pendiri Pekanbaru Marhum Pekan Resmi Terima Gelar Pahlawan Nasional
2
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
3
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
Nasional
5 jam yang lalu
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
4
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Kebakaran Smelter, Perusahaan Disebut Sempat Tolak Pemeriksaan Teknis

Kebakaran Smelter, Perusahaan Disebut Sempat Tolak Pemeriksaan Teknis
Ilustrasi kebakaran. (foto: ist./dok.istock)
Kamis, 05 Januari 2023 18:43 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryadi mengungkapkan, ada penolakan dari PT. Gunbuster Nickel Industry terkait permintaan pemerintah agar dilakukan pemeriksaan teknis terkait insiden kebakaran nikel.

"Kemenperin sudah meminta pemeriksaan terkait teknis sejak tanggal 27 Desember 2022, namun ditolak oleh pihak perusahaan," sebut politisi Gerindra itu dalam siaran yang beredar, Kamis (5/1/2023).

Komisi VII DPR RI dan Kemenprin RI pun sudah melakukan kunjungan kerja ke lokasi yang berada di Morowali Utara, Sulawesi Tengah itu. Tapi tak didapat penjelasan utuh dari pihak perusahaan karena pucuk pimpinannya tidak ada di lokasi.

"Kami Komisi VII sudah melihat secara langsung ke lokasi kejadian. Dan kami menduga bahwa kejadian tersebut tidak murni karena kelalaian manusia, tapi cenderung karena permasalahan teknis pada peralatan di smelter tersebut," kata Bambang.

Komisi VII DPR RI, kata Bambang, akan segera mengagendakan untuk memanggil seluruh pihak terkait dalam waktu dekat di masa sidang yang akan dibuka minggu depan, guna mengklarifikasi terkait permasalahan teknis yang menjadi penyebab kebakaran tersebut.

"Kami tidak mendapat informasi kapan waktu terakhir perusahaan tersebut melakukan kalibrasi terhadap peralatannya yang merupakan kewajiban untuk menilai kelayakan sebuah peralatan industri," ungkapnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group
wwwwww