Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
Nasional
15 jam yang lalu
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
2
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
3
Drama Epic Comeback, Tandukan Pramudya dan Penalti Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk PSGC 2-1
Sepakbola
7 jam yang lalu
Drama Epic Comeback, Tandukan Pramudya dan Penalti Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk PSGC 2-1
4
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Ini Sosok Habib Mayor Ahmad Assegaf, Prajurit Elite Raider Kelahiran Arab Saudi yang Jago Tempur

Ini Sosok Habib Mayor Ahmad Assegaf, Prajurit Elite Raider Kelahiran Arab Saudi yang Jago Tempur
Mayor Ahmad bin Muhammad Assegaf. (tangkap layar Video Youtube)
Sabtu, 16 Juli 2022 14:02 WIB
JAKARTA - Mayor Ahmad bin Muhammad Assegaf, seorang prajurit TNI AD kelahiran Jeddah, Arab Saudi mendadak viral di media sosial.

Wakil Komandan Batalyon Infanteri 753 (Wadanyon) 753/Arga Vira Tama atau Yonif 756/AVT ini ternyata memiliki gelar habib atau seseorang yang memiliki keturunan garis keturunan dengan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Karier Mayor Ahmad di militer berawal pada tahun 2005 setelah lulus dari SMA. Saat itu, dirinya mendapat perintah dari ayahnya Muhammad bin Hamid Assegaf untuk masuk ke TNI.

"Kebetulan keluarga kami ini tak ada yang militer. Sama sekali tidak ada. Cuma saya punya abah ini kebetulan beliau dulu pernah daftar TNI saat muda. Abah memang dari dulu sangat cinta TNI, ingin masuk. Tapi anak enggak pernah dikasih tahu," ujar Ahmad, dilansir dari Arridwan Tuban Official, Jumat (17/5/2022).

Dia pun langsung ke Cijantung, Jakarta Timur dengan membawa brosur pendaftaraan Akademi Militer (Akmil) yang diberikan ayahnya. "Akhirnya abah memerintahkan saya untuk mendaftar. Yang namanya anak berbakti ya saya langsung daftar. Dulu itu di Cijantung tahun 2005," ujarnya.

Saat mengikuti pendidikan di Lembah Tidar, Ahmad mengaku terkejut.Pasalnya ia tak pernah tinggal jauh dengan orangtua dan tak ada gambaran tentang pendidikan militer. Namun semua itu berhasil dilalui sampai ia lulus dan dilantik pada tahun 2008. "Alhamdulillah karena doa orangtua. Kita lulus dari pendidikan militer dan kita lalui dengan baik,” ucapnya.

Setelah dilantik menjadi Letnan Dua (Letda , pada tahun 2009 Ahmad ditempatkan di Makassar tepatnya di Batalyon Infanteri Para Raider 431 dengan jabatan dari Letnan Dua, Komandan Kompi (Danki), Brigif Tiga, Brigade, hingga Pasipam.

Tahun 2018, Mayor Ahmad mengikuti Pendidikan Lanjutan Perwira (Diklapa). Selepas mengenyam pendidikan, ia ditugaskan ke Malang untuk menjadi Kasintel (Kepala Seleksi Intelijen). Kini ia menjabat sebagai Wadanyon Para Raider 503 di Mojokerto.

Mayor Ahmad beberapa kali ditempati di daerah konflik. Salah satunya Papua pada tahun 2011-2012. Bahkan saat itu, istrinta sedang hamil. Namun Ahmad tetap menjalankan tugasnya dengan baik dan hingga tuntas. Dia juga beberapa kali mendapat penugasan di luar negeri, seperti di Kongo dan Australia.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Kabar Bertuah, Warga Bertuah, Binawidya
wwwwww