Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
Nasional
6 jam yang lalu
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
2
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
3
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Geber Digitalisasi Pemerintahan, Negara Telah Gelontorkan Rp25,4 Triliun

Geber Digitalisasi Pemerintahan, Negara Telah Gelontorkan Rp25,4 Triliun
Ilustrasi digitalisasi. (gambar: ist./cfr-group)
Selasa, 12 Juli 2022 16:19 WIB

BALI - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di sela rangkaian side event G20 di Nusa Dua, Bali mengungkapkan, APBN telah dialokasikan sebesar Rp25,4 triliun untuk mendukung akselerasi transformasi digital pemerintahan tahun ini.

"Salah satunya melalui e-government," kata Sri Mulyani sebagaimana dikutip GoNEWS.co dari medcom.id, Selasa (12/7/2022).

Ia mengatakan fokus utama di dalam transformasi digital Indonesia, yaitu people, economy, dan government. Menurutnya, tidak mungkin terjadi digitalisasi tanpa membangun infrastruktur yang didukung oleh APBN untuk akselerasi transformasi ketiga aspek penting tersebut.

Sri Mulyani mengungkapkan, inovasi ini tidak hanya hadir untuk mensimplifikasi dan mengefisiensikan operasional pemerintah, namun juga mengintegrasikan agar program aplikasi antar instansi pemerintah interoperable dan memperkuat sinergi agar layanan pemerintah lebih optimal.

"Contoh transformasi keuangan negara menjadi digital-based salah satunya adalah digitalisasi Surat Berharga Negara (SBN) dimana melalui transformasi SBN ini, kini perempuan di berbagai rentang usia dan kaum millenials bisa menjadi savvy investors yang cerdas dalam berinvestasi melalui SBN," ungkapnya.

Sementara itu, contoh lain di sisi penerimaan negara adalah perpajakan, mulai dari e-filing hingga Program Pengungkapan Sukarela (PPS) dilakukan tanpa perlu hadir ke kantor pajak. Ia menilai penggunaan digitalisasi ini lebih efektif dan efisien.

"Digitalisasi ini akan menjadi salah satu objektif pemerintah di dalam menjangkau seluruh lapis masyarakat serta sektor kehidupan, dan APBN memiliki peran kunci dalam merealisasikannya," pungkas dia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Balai Kota, Kampus
wwwwww