Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
5 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
3
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
4 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
4
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
5 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
5
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
3 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
5 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  Gelanggang
BWF World Tour Finals 2021

Praveen/Melati Akhirnya Terhenti

Praveen/Melati Akhirnya Terhenti
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. (Foto: Humas PP PBSI-Indonesia)
Jum'at, 03 Desember 2021 20:14 WIB
Penulis: Azhari Nasution
NUSA DUA - Kiprah ganda campuran tuan rumah, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti di ajang bulutangkis BWF World Tour Finals 2021 harus terhenti. Pasangan juara All England 2020 itu disingkirkan Tang Chun Man/Tse Ying Suet.

Ganda campuran asal Hong Kong itu tanpa menemui kesulitan mengalahkan Praveen/Melati 21-11, 21-15 dalam tempo 33 menit di Bali International Convention Centre & Westin Resort, Nusa Dua, Bali, Jumat (3/12/2021).

Dengan kegagalan ini, Praveen/Melati menelan kekalahan kedua dalam tiga kali bertanding di ajang berhadiah total 1,5 juta dolar AS itu. Sebelumnya sempat dijegal Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai asal Thailand.

"Pertandingan tadi, pemain Hong Kong lebih siap dan inilah hasilnya," ujar Praveen usai berlaga.

Juara All England 2020 ini tak berkutik untuk mengimbangi permainan agresif dan cepat milik duet Hong Kong. Dari gim pertama, Praveen/Melati sudah tertinggal serta tertekan sejak awal. Ketertinggalan ini semakin menjadi usai interval pertama.

Pada gim kedua, wakil Indonesia sempat memberikan perlawanan hingga menyamakan kedudukan pada interval kedua. Hanya saja Tang/Tse berhasil keluar dari tekanan Praveen/Melati dan mengungguli keduanya.

"Sulit untuk mengembangkan permainan dalam situasi seperti itu," imbuhnya.

Lebih jauh Praveen menegaskan, dirinya bersama Melati beserta pelatih selalu melakukan evaluasi. Terutama dalam tiga kali bertandingan di turnamen ini.

"Evaluasi pasti dilakukan setelah melihat penampilan di tiga pertandingan," ujar Praveen.

Baik Praveen maupun Melati berharap banyak untuk bisa tampil lebih baik di perhelatan ke depan. "Masih ada Kejuaraan Dunia pekan depan dan turnamen lainnya. Saya harap bisa tampil lebih baik lagi," tutup Praveen. ***

wwwwww