Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
23 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
21 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
21 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
18 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  Gelanggang
Indonesia Basketball League (IBL) 2022

Bima Perkasa Dapatkan Guard Combo Terbaik di NAIA

Bima Perkasa Dapatkan Guard Combo Terbaik di NAIA
Troy Wayne Steward . (Dok. iblindonesia)
Rabu, 01 Desember 2021 12:50 WIB
Penulis: Azhari Nasution
YOGYAKARTA - Lama sekali rasanya tidak mendengar istilah guard combo. Itu adalah istilah yang disematkan kepada pemain yang punya kemampuan beroperasi di posisi satu, dua, dan tiga dengan sama baiknya. Meski sudah jarang terdengar, namun di IBL musim 2022 nanti bakal ada pemain yang punya predikat tersebut. Dia adalah Troy Wayne Steward yang dipilih tim DNA Bima Perkasa Jogja di IBL Draft 2021 untuk pemain asing.

Sekadar mengingat sejarah bahwa pada tahun 2015, saat Timnas Indonesia meraih medali perak pada SEA Games di Singapura, ada satu pemain yang disebut sebagai guard combo oleh head coach Fictor Gideon Roring. Pemain tersebut adalah Andrie Ekayana Satya Santosa. Meski usianya tidak muda lagi, namun Coach Ito tetap memberinya kepercayaan, karena kemampuan istimewa Yayan.

Namun setelah Yayan pensiun dari basket profesional, sampai sekarang belum ada pemain yang muncul sebagai guard combo. Atau, bisa saja memang tidak muncul karena pengaruh perkembangan gaya permainan basket. Sehingga posisi ini tidak diperlukan lagi.

Meski begitu, masih ada yang bisa berperan sebagai guard combo dengan baik. Seperti Troy Steward. Michael Stinnett dari Free Agency Director of Scouting menyebut Steward sebagai pemain yang bisa memainkan peran di posisi satu, dua, dan tiga bila diperlukan. Dengan tinggi 1,93 cm, tentu tidak sulit bagi Steward melakukannya. Karena itu ditunjukkan dengan catatan-catatan statistik selama bermain di NAIA bersama Georgetown College. Dia selalu bisa mencetak double digit untuk rataan poin per game di sejak musim 2016 hingga 2019.

Sementara di musim terakhirnya (2018-19), Steward tampil sebagai juara NAIA Division 1, dan terpilih sebagai All-Tournament Team. Dia mengoleksi 17,4 PPG, 3,9 RPG, dan 3,2 APG. Sedangkan karier profesionalnya dimulai di Waverley Falcons yang tampil di NBL Australia.

Terakhir, Steward bermain di Georgia-Superleague bersama tim Mgzavrebi Armia Tbilisi (2020-21). Dia mencetak rataan statistik 14,3 PPG, 3,6 RPG, dan 2,6 APG. FG precentage Steward mencapai 54% dengan tembakan three point di kisaran 33,3%. Tentunya kehadiran Steward diharapkan bisa mendongkrak performa Bima Perkasa yang musim lalu bisa sampai di babak Playoffs. ***

wwwwww