Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
16 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
16 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Balai Kota
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Pimpin Sidang Tahunan, LaNyalla Singgung Kurangnya Dukungan Pada Produksi Alat Medis Anak Bangsa

Pimpin Sidang Tahunan, LaNyalla Singgung Kurangnya Dukungan Pada Produksi Alat Medis Anak Bangsa
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalittisaat memimpin Sidang Bersama DPR RI - DPD RI, Senin (16/8/2021).
Senin, 16 Agustus 2021 15:29 WIB
JAKARTA - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyinggung kurangnya dukungan negara terhadap sejumlah produksi alat medis anak bangsa. Selama ini, industri alat kesehatan masih didominasi produk impor. Hal itu disampaikan LaNyalla saat memimpin Sidang Bersama DPR RI - DPD RI, Senin (16/8/2021).

"Pandemi Covid-19 memberi hikmah besar bagi bangsa Indonesia yaitu terungkapnya kelemahan-kelemahan fundamental yang selama ini tidak disadari. Kelemahan pertama adalah rapuhnya ketahanan di sektor kesehatan," kata LaNyalla.

Menurut LaNyalla, hal itu tampak jelas saat jumlah pasien Covid-19 meningkat tajam. Rumah sakit nyaris tidak menampung, fasilitas kesehatan, alat medis, obat-obatan dan oksigen serba kekurangan.

"Kita jadi tahu bagaimana industri alat kesehatan kita masih didominasi produk asing. Sementara inovasi anak bangsa dalam produksi sejumlah alat pendukung medis di tengah pandemi belum mendapat kepercayaan dari kita sendiri. Mulai dari Ventilator sampai Vaksin Merah Putih dan Vaksin Nusantara," lanjutnya.

Pandemi juga membuat segala hal yang menjadi kekurangan di sektor pendidikan nasional terlihat. Menurut Senator asal Jawa Timur itu ketika dihadapkan kepada pola baru yakni belajar dari jarak jauh atau online, dunia pendidikan negara ini belum siap.

“Di kalangan pendidik kemampuan mengajar secara digital masih belum merata. Belum lagi kesenjangan ekonomi dan akses internet atau dukungan sarana dan dukungan infrastruktur di desa dan pelosok negeri,” tegasnya.

Selanjutnya di sektor ketahanan sosial, negara ini kesulitan dalam menjangkau masyarakat. Bahkan untuk distribusi bantuan sosial secara cepat dan tepat, masih terkendala.

"Bagaimana kita lihat terjadi carut marut database penerima bantuan sosial. Kemudian distribusinya pun lambat karena karakteristik penduduk yang memiliki mobilitas urbanisasi yang tinggi dan banyak yang belum tersentuh akses perbankan Ini menjadi pekerjaan kita hari ini agar ada penyempurnaan ke depan,” jelas Mantan Ketua Umum PSSI itu.

Pandemi juga memberi hikmah sekaligus pekerjaan besar untuk memikirkan ulang ketahanan ekonomi di sektor produksi dalam negeri. Mulai dari skala Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) hingga menengah besar.

“Di masa pandemi kita melihat bagaimana UMKM yang mengandalkan transaksi langsung di pasar merasakan dampak dari konsekuensi pembatasan sosial. Sedangkan market place melalui sejumlah Unicorn lebih banyak diisi barang impor. Kita hanya menjadi drop shipper dan pedagang yang membuka toko saja,” ungkapnya.

Kelemahan-kelemahan di berbagai sektor itu harus dibenahi oleh bangsa ini. Menurut LaNyalla, momentum peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia di tengah pandemi seharusnya menjadi pemicu semua elemen untuk bersama-sama mengerjakan tugas berat ke depan. Agar harapan Indonesia sebagai negara yang Tangguh dan Tumbuh segera tercapai.

“Setiap musibah dan bencana, selalu ada hikmah. Begitu juga dengan pandemi Covid-19 ini. Tentu hal itu menjadi titik awal pekerjaan besar bangsa ini ke depan. Yakinlah bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Selama kita terus berikhtiar sekuat tenaga, tidak putus asa dan selalu berdoa,” tutupnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Parlemen, Balai Kota, Warga Bertuah
wwwwww