Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
13 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
12 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
16 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Balai Kota
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Pedulikah Negara dengan Anak Yatim-Piatu Korban Covid?

Pedulikah Negara dengan Anak Yatim-Piatu Korban Covid?
Kapolres Semarang, AKBP Ari Wibowo menghibur dan memberi semangat anak yang orang tuanya meninggal dunia akibat Covid-19, Selasa (10/8).
Minggu, 15 Agustus 2021 20:05 WIB
JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah mengakibatkan lahirnya anak yatim-piatu baru, karena orang tuanya meninggal. Lalu apa yang sudah dilakukan negara untuk menangani masalah ini?.

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan, terkait penanganan terhadap anak-anak yatim atau piatu dan keduanya, saat ini Kemensos tengah dibuatkan konsep bantuan. Rencana bantuan sosial ini, menurut dia, nantinya akan melibatkan berbagai pihak terkait.

Karena ia menyadari tidak mudah dalam implementasinya harus ada landasan hukum dan anggaran dalam praktik di lapangan.

"Soal anak yatim itu sudah diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Di Kemensos penanganan anak itu berada di bawah Ditjen Rehabilitasi Sosial," kata Mensos Risma dalam keterangan pers, Sabtu (14/8).

Hingga saat ini, data sementara tercatat ada kurang lebih 4 juta anak yatim dan belum termasuk tambahan dari korban pandemi Covid-19. Tentu saja, data itu akan terus diperbarui dengan data dari pemerintah daerah (pemda).

"Jumlah ril dari anak yatim itu sudah kita mintakan kepada pemda, termasuk juga dari balai-balai, yayasan, pondok pesantren dan lain sebagainya," kata Mensos.

Sedangkan, untuk jenis program, model, serta anggaran belum bisa disampaikan saat ini. Karena harus dipelajari dan ada persetujuan anggaran dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Intinya semua masih dalam proses, karena tidak bisa disamakan penanganannya, misalnya bagi anak yatim tapi masih bayi, anak berusia SD, SMP maupun SMA. Tentu mekanisme dan besaran bantuan akan disampaikan nanti setelah ada keputusan dari pemerintah," tandasnya.

Risma mengingatkan, dalam kondisi saat ini terselip pesan menghadirkan spirit kemerdekaan untuk membantu sesama. Ia mengajak kepada warga masyarakat yang mampu, untuk berbagi beban kepada fakir miskin, terutama anak-anak yatim dan piatu atau keduanya akibat korban Covid-19, di manapun mereka berada.

"Saya ucapkan terima kasih kepada siapapun, termasuk Ketua Komisi VIII DPR RI yang telah membantu tugas pemerintah dengan memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak yatim, miskin dan dhuafa, serta telah memperlihatkan kepada kita semua sebuah pondok pesantren yang bersih dan sehat," ucap Mensos.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Balai Kota, Warga Bertuah
wwwwww