Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
12 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
11 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
15 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Balai Kota
17 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Berkurban Bareng Warga, Anis Matta: Dengan Berbagi Kita Kuat

Berkurban Bareng Warga, Anis Matta: Dengan Berbagi Kita Kuat
Anis Matta saat melihat sapi yang akan dipotong bareng warga. (Foto: Istimewa)
Kamis, 22 Juli 2021 20:38 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini telah memasuki tahun kedua, dimana belum ada tanda-tanda yang menunjukkan kapan krisis berlarut ini akan berakhir.  Namun,  masyarakat tetap merayakan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah dengan tradisi berkurban.

Sebab, tetap tradisi berkurban merupakan perwujudan spirit berbagi, yang tidak memandang situasi krisis berlarut atau tidak. Masyarakat tetap saling mencintai dan saling menopang, meski negara sedang goyah dihantam badai krisis.

"Alhamduillah saya telah menyalurkan 3 ekor sapi di tiga tempat di sekitar kediaman saya. Ternyata di tiga tempat yang terdiri dari dua RT (Rukun Tetangga) ini saja, ada sekitar 20 sapi kurban. Ini sangat mengagetkan, karena terjadi di tengah krisis," kata Anis Matta, Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia dalam keterangannya, Kamis (22/7/2021).

Menurut Anis Matta, hal ini merupakan suatu pertanda bahwa tradisi berkurban telah merasuk ke dalam jiwa masyarakat sedemikian kuatnya. Bahkan krisis pun tidak bisa menghentikan, dan malah sebaliknya, krisis ini memicu mereka untuk berkurban lebih banyak.

"Kalau ada yang bisa kita pahami dari situasi seperti itu, adalah merupakan suatu pertanda , bahwa masyarakat kita ini kuat dan solid. Mereka saling mencintai, mereka berbagi," katanya.

Anis Matta menilai tradisi berkurban tradisi berbagi, yang tidak melihat agama maupun etnisnya. Sehingga dengan tradisi berbagi tersebut,  maka rakyat memiliki kekuatan tersendiri dalam menghadapi krisis berlarut saat ini

"Saya yakin pada dasarnya rakyat kita memiliki kekuatan untuk menghadapi masalahnya sendiri. Bahkan ketika negara menghadapi krisis yang jauh lebih besar dari kapasitasnya untuk menyelesaikannya," ujat Anis Matta.

Ketua Umum Partai Gelora Indonesia berharap bahwa tradisi berkurban bisa dikukuhkan sebagai solusi untuk mengatasi krisis berlarut akibat pandemi Covid-19 ini.

"Melalui memomentum ini,  kita ingin sekali lagi mengkukuhkan tradisi berkurban. Ini sekaligus menunjukkan, bahwa rakyat dengan rakyat bisa menyelesaikan masalahnya sendidiri," tandasnya.

Anis Matta menegaskan, makna dari berkurban itu adalah sebuah pengorbanan. Prinsipnya kesejahteraan tersebut tidak hanya dinikmati sekelompok kecil saja, melainkan juga oleh semua orang, baik si kaya dan juga si miskin dengan tradisi berkurban tersebut.

"Kita mendapatkan satu kenyataan baru, bahwa berbagi itu membuat kita lebih kuat. Inilah sistem yang dicari oleh dunia sekarang, tidak membedakan agama dan negara, serta bersifat multi etnis yang memungkinkan kita sejahtera secara kolektif dan menjadi masyarakat modern," pungkasnya.***

wwwwww