Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
11 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
11 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
14 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Balai Kota
16 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Abaikan Kesejahteraan Rakyat, Giliran BEM Udayana Juluki Jokowi 'The Guardian of Oligarch'

Abaikan Kesejahteraan Rakyat, Giliran BEM Udayana Juluki Jokowi The Guardian of Oligarch
BEM Udayana Juluki Jokowi 'The Guardian of Oligarch'. (foto: Istimewa)
Senin, 19 Juli 2021 22:18 WIB
JAKARTA - Belum lama lepas dari julukan The King of Lip Service yang dilayangkan Badan Eksekutif Mahasiswa Univesitas Indonesia (BEM UI), Presiden Joko Widodo kembali diberi label oleh gerakan mahasiswa lainnya.

Kali ini, BEM Universitas Udayana menyindir Jokowi dengan sebutan ‘The Guardian of Oligarch’ alias Sang Penjaga Oligarki.

Melalui akun Twitter @BEM_Udayana, Jokowi dinilai belum bisa menghadirkan keadilan di Indonesia. Selain itu, rezim Jokowi disebut kerap mengeluarkan kebijakan yang tak memihak kepada rakyat.

“Dalam umurnya sebentar lagi menginjak angka 76, kehadiran keadilan di muka bumi pertiwi ini semakin luntur. Ketika kebijakan yang dibuat pemerintah malah tidak menghiraukan kesejahteraan dari rakyatnya,” cuitnya, disitat Senin (19/7).

BEM Udayana membeberkan produk Undang Undang (UU) yang selama ini menguntungkan koruptor dan korporat. Sebaliknya, rakyat sipil dan lingkungan justru semakin dirugikan dengan sejumlah keputusan pemerintah.

“RUU KPK yang membuat koruptor bebas melalang buana, UU Cipta Kerja yang mengutamakan kepentingan korporat dan menginjak-injak lingkungan, represi kebebasan sipil yang seharusnya merupakan hal tabu dalam sebuah negara demokrasi, dan masih banyak lagi,” tegas BEM Udayana.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Parlemen, Balai Kota, Warga Bertuah
wwwwww