Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
16 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
15 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Balai Kota
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Solusi dan Langkah Antisipatif Atasi Corona

Solusi dan Langkah Antisipatif Atasi Corona
Emrus Sihombing. (Foto: Istimewa)
Minggu, 18 Juli 2021 16:24 WIB
Penulis: Emrus Sihombing
TAMPAKNYA pemerintah pusat lebih memilih memperpanjang PPKM (Perberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) darurat dalam rangka negeri ini berupaya keras menekan lonjakan dan penyebaran Covid-19 dengan segala variannya.

Bahkan LBP sebagai koordinator PPKM Jawa-Bali, tidak biasanya meminta maaf dari lubuk hati yang paling dalam kepada seluruh rakyat Indonesia jika penanganan belum optimal. Ke depan, dia berjanji bekerja keras supaya penyebaran varian Delta ini dapat diturunkan.

Tentu kita semua prihatin melonjaknya kasus virus Corona di tanah air. Belum ada tanda-tanda terkendali. Situasi saat, menurut hemat saya, berpotensi memasuki krisis kesehatan, dengan indikator kemungkinan terjadi keterbatasan ketersediaan obat-obatan, pelayanan kesehatan, kuranganya tenaga kesehatan (Nakes), dan sebagainya.

Sekalipun boleh jadi gedung-gedung "nganggur" akan "disulap" menjadi rumah sakit (RS) darurat, misalnya, namun kebutuhan minimal pelayanan kesehatan harus tetap terpenuhi. Ini harus menjadi pemikiran dan tindakan serius oleh kita semua. Sekali lagi, oleh kita semua.

Jika pelayanan kesehatan kemungkinan bermasalah ke depan, maka kepercayaan publik terhadap Kementerian Kesehatan, utamanya kepada menterinya, dipastikan semakin menurun sebagai konsekuensi kekecewaan masyarakat terhadap penanganan kesehatan oleh Kementerian Kesehatan.

Untuk itu, saya menyarankan tiga hal. Dua yang pertama sebagai solusi. Satu yang terakhir, sebagai langkah antisipatif.

Sebagai solusi. Pertama, agar disegerakan membuat strategi komunikasi menumbuhkan kesadaran, membentuk sikap dan melakukan perubahan perilaku taat Prokes secara ketat sebagai senjata pamungkas bertempur di hulu mendahului tindakan tracing, testing, dan treatment (3T).

Kedua, saya menyarankan kepada Presiden agar menteri kesehatan (Menkes) segera direposisi, menjadi Wamen BUMN saja. Dia lebih pas di jabatan Wamen daripada Menkes karena latar belakang disiplin ilmunya dan belum ada tanda-tanda penanganan Covid-19 akan terkendali.

Sedangkan sebagai langkah antisipatif, penganangan Covid-19 dengan segala dampak turunannya, sebaiknya pemerintah pusat membentuk sentral pengelolaan krisis (crisis management centre) Covid-19.

Lembaga ini bekerja atas sejumlah phase (tahapan). Phase terakhiri, pemulihan kondisi psikologi dan ekonomi masyarakat terdampak. Setiap phase diperlukan peran sentral seorang manager komunikasi (communication manager) dari seorang komunikolog handal dan profesional.

Penulis: Emrus Sihombing (Komunikolog Indonesia).

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Sepakbola
wwwwww