Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
23 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
2
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
10 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
3
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
9 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
4
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
5
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
6
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
12 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Baku Tembak dengan Polisi di Sulteng, Satu Terduga Teroris MIT Tewas

Baku Tembak dengan Polisi di Sulteng, Satu Terduga Teroris MIT Tewas
Ilustrasi aparat kepolisian di Poso. (ANTARA)
Minggu, 18 Juli 2021 06:58 WIB

PARIGI MOUTONG - Aparat Satuan Tugas Madago Raya kembali menembak mati seorang anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Qatar alias Farel alias Anas, Sabtu, (17/7) sekitar pukul 11.00 WITA. Baku tembak terjadi wilayah Torue, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Dari identifikasi awal diketahui anggota kelompok sipil bersenjata Poso yang ditembak ini adalah Budirman alias Abu Alim alias Hanif alias Ambo. Usianya ditaksir sekitar 27 tahun. Ia telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang Detasemen Khusus 88 Antiteror sejak 2015.

"Benar bahwa tadi siang, sekitar pukul 11.30 WITA telah terjadi kontak tembak di Pegunungan Wonosari, Tolai Induk, Kecamatan Torue yang mengakibatkan satu orang DPO tewas. Dari olah TKP didapatkan barang bukti, satu buah revolver, satu buah bom lontong dan parang serta barang-barang lain," ungkap Wakasatgas Humas Madago Raya, AKBP Bronto Budiyono.

Jenazahnya terduga terotis sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Sulteng pukul 17.45 WITA. "Dari identififikasi awal diketahui bahwa DPO yang tertembak adalah B alias AA alias A," kata Bronto.

Pelaku berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat. Diketahui menjadi anggota Jamaah Ansharut Tauhid sejak 2012.

AA disebut-sebut mengajak Na'e alias Galuh untuk ke Poso bergabung dengan asykari yang dipimpin oleh Santoso alias Waluyo alias Abu Wardah. Na'e sendiri diduga terlibat dengan peledakan bom di Pondok Pesantren Umar Bin Khattab, Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima 11 Juli 2011.

Saat itu, Nae bersama tiga orang kawan lainnya yang juga kemudian bergabung dengan kelompok Mujahiddin Indonesia Timur dijemput oleh keluarga kembali ke kampung, namun mereka kemudian lari. Adapun keluarga baru tahu setelah salah seorang narapidana teroris asal Bima yang ditahan di Jakarta memberitahu pihak keluarga.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Balai Kota, Warga Bertuah
wwwwww