Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
18 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
17 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Balai Kota
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Percepat Vaksinasi, Ketua DPD RI: TNI/Polri Harus Jemput Bola

Percepat Vaksinasi, Ketua DPD RI: TNI/Polri Harus Jemput Bola
Ketua DPD RI, LaNyalla M Mattaliti. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 02 Juli 2021 19:44 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendukung upaya TNI/Polri yang menargetkan penyuntikan 1 juta vaksin per hari ke masyarakat. Agar target tersebut terwujud, LaNyalla mengimbau TNI/Polri untuk jemput bola.

Rencana 1 juta vaksin per hari akan diterapkan mulai awal Juli 2021. Sebanyak 400 ribu personel TNI/Polri akan dilibatkan.

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, telah meminta jajaran Kodam, Korem, Koramil, Lantamal, hingga Komando Utama Operasional (Kotamaops) TNI AU untuk melakukan gerak cepat vaksinasi ke warga. Begitu juga dengan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk membuka gerai vaksin Presisi di seluruh polda, polres, dan polsek.

"Keterlibatan TNI/Polri mengakselerasi vaksinasi Covid-19 akan membantu pemerintah fokus menghadapi penanganan pandemi. TNI/Polri memiliki banyak personel, termasuk di bidang kesehatan, yang bisa meringankan tugas para tenaga kesehatan. Sehingga nakes bisa berkonsentrasi melakukan pelayanan kesehatan warga yang terjangkit virus Corona," tutur LaNyalla, Jumat (2/7/2021).

Senator asal Jawa Timur itu menambahkan, dengan bantuan TNI/Polri, proses vaksinasi diharapkan bisa cepat tersalurkan hingga ke berbagai pelosok daerah. Apalagi, TNI/Polri lebih mudah menggapai masyarakat, karena banyak terlibat di kehidupan sehari-hari warga.

"Setiap Babinsa dan Bhabinkamtibmas bisa melakukan sosialisasi dan pendekatan ke warga di daerah binaannya masing-masing. Sehingga warga yang ragu atau takut divaksin bisa lebih tergerak atas persuasi Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Jadi warga bisa datang ke program-program yang diadakan jajaran TNI/Polri untuk vaksinasi, hanya dengan membawa e-KTP karena sifatnya bukan berdasarkan domisili. Siapapun warga yang memenuhi syarat, bisa mendatangi gerai-gerai vaksin TNI/Polri," jelas LaNyalla.

Ditambahkannya, masyarakat bisa mengecek program vaksinasi Polri melalui Dashboard Serbuan Vaksinasi untuk memantau berapa banyak orang yang divaksinasi dalam sehari.

"Yang harus diingat, program ini gratis. Manfaatkan kesempatan program vaksinasi TNI/Polri supaya herd immunity atau kekebalan kelompok di Indonesia bisa segera tercapai sehingga kita bisa cepat keluar dari pandemi," katanya.

LaNyalla pun mendorong jajaran TNI/Polri di daerah untuk segera membuka sebanyak mungkin sentra-sentra vaksinasi.

Ia juga meminta TNI/Polri melakukan sistem jemput bola ke masyarakat, khususnya yang berada di zona merah dan oranye Covid-19, sehingga sasaran target bisa cepat terealisasi.

"Polda Metro Jaya mulai memberlakukan gerai mobile untuk mendatangi warga. Lantamal Makassar juga menerjunkan personelnya mendatangi kapal-kapal nelayan untuk kegiatan vaksinasi. Cara seperti ini harus ditiru jajaran TNI/Polri lainnya karena selain mempercepat program vaksinasi, metode tersebut bisa lebih tepat sasaran," papar LaNyalla.

Mantan Ketua Umum PSSI itu juga mengapresiasi upaya pemerintah yang terus melakukan lobi-lobi untuk mendapatkan dosis vaksin Corona. LaNyalla mengatakan, usaha pemerintah tidak sia-sia karena tercatat sejumlah negara akan memberikan bantuan vaksin kepada Indonesia.

"DPD RI mendorong agar pemerintah terus melakukan diplomasi agresif untuk mendapatkan vaksin. Usaha pemerintah berhasil karena Belanda, Jepang, Australia, Inggris, hingga Amerika Serikat akan segera mengirimkan bantuan vaksin ke kita," sebutnya.

Untuk diketahui, Indonesia akan menerima bantuan 3 juta dosis vaksin Covid dari Belanda. Meski belum diketahui jenisnya, namun Belanda akan mengirimkan bantuan vaksin tersebut dalam waktu dekat.

Selain itu, Indonesia juga akan menerima 2,1 juta dosis AstraZeneca berupa hibah dari Jepang. Kementerian Kesehatan bahkan menyebut hibah donasi tersebut bukan yang terakhir karena pemerintah Jepang akan kembali mengirimkan dosis vaksin Covid setelahnya ke Indonesia.

Kemudian sebanyak 4 juta dosis vaksin Corona merek Moderna dari Amerika Serikat juga akan tiba di Indonesia dalam waktu secepatnya. Indonesia juga akan mendapat bantuan vaksin Covid dari Inggris, namun jumlah dan waktu pengiriman vaksin masih dalam pembahasan kedua negara.

Australia pun berencana mendonasikan 77 juta dolar Australia untuk Indonesia membeli vaksin. Hanya saja vaksin belum bisa diperoleh karena mendapatkannya harus melalui jalur COVAX. Namun Kemenkes menyatakan apabila vaksin bisa diperoleh cepat melalui jalur ini, kemungkinan Indonesia bisa mendapat 10 juta vaksin Covid bantuan dari Australia.

"Semoga banyaknya jumlah vaksin yang masuk akan mempercepat terjadinya herd immunity di Indonesia sehingga kita bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Untuk mencapai herd immunity, dibutuhkan 80% warga suatu negara yang sudah divaksin lengkap, sementara kita masih jauh dari itu. Tapi saya yakin dengan bantuan TNI/Polri, proses vaksinasi akan lebih cepat," tutup LaNyalla.***

wwwwww