Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
21 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
2
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
8 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
3
Ringankan Beban Orang Tua, DPRD Pekanbaru Dorong Seluruh Siswa SD dan SMP Dapat Seragam Gratis
Parlemen
24 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, DPRD Pekanbaru Dorong Seluruh Siswa SD dan SMP Dapat Seragam Gratis
4
Waspada Modus Liquid Sintetis, KIPAN Pekanbaru Dukung Sikap Tegas Kapolri Tertibkan Vape
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Waspada Modus Liquid Sintetis, KIPAN Pekanbaru Dukung Sikap Tegas Kapolri Tertibkan Vape
5
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
7 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

Gus Imin Bahas Socio-Technopreneurship Bareng Istana

Gus Imin Bahas Socio-Technopreneurship Bareng Istana
Ketum PKB, Gus Imin (kiri) saat berbincang mengenai socio-technopreneurship bersama Mensesneg RI, Pratikno (kanan) di Jakarta, Minggu (27/6/2021). (foto: ist.)
Minggu, 27 Juni 2021 21:42 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Abdul Muhaimin Iskandar, membahas socio-technopreneurship bersama dengan Mensesneg RI, Pratikno di Jakarta, Minggu (27/6/2021).

Dalam pernyataan tertulis yang dikutip GoNEWS.co, Ketum PKB yang akrab disapa Gus Imin itu menyatakan, socio-technopreneurship adalah entrepreneur berbasis teknologi yang berjiwa sosial, saling membantu, saling bekerjasama, saling silahturahim dan kaya akan soft skill.

"Socio-technopreneurship adalah upaya mengatasi masalah sosial dengan teknologi dan kewirausahaan," kata Gus Imin.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyatakan, gagasan socio-technopreneurship cocok dengan karakter warga Nahdlatul Ulama (NU), di mana mayoritas di antaranya adalah kaum santri.

Seorang socio-technopreneurship biasa menjalankan bisnisnya bukan hanya bertujuan memperoleh revenue dan profit semata dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, tapi juga ada aksi kemanusiaan di dalamnya.

Karena itu momentum satu abad NU yang jatuh pada tahun 2026 dalam kalender masehi sangat tepat untuk menumbuhkembangkan semangat socio-technopreneurship setiap warga NU. "Memajukan NU satu abad melalui pendidikan dan kewirausahaan," lanjut Dia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Kampus, Pasar & Niaga
wwwwww