Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
16 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
15 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Balai Kota
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Ini Penjelasan Kades Kuntu Terkait 'Keranjang Sawit Gantung' yang Digunakan Murid SD untuk Menyeberangi Sungai

Ini Penjelasan Kades Kuntu Terkait Keranjang Sawit Gantung yang Digunakan Murid SD untuk Menyeberangi Sungai
Tampak murid sekolah dasar menyeberang dengan keranjang gantung. (foto: istimewa)
Jum'at, 11 Juni 2021 11:28 WIB
BANGKINANG - Kepala Desa Kuntu, Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau, Asril memberikan penjelasan terkait video tiga murid sekolah dasar menyeberangi sungai dengan cara bergelantungan dengan keranjang buah sawit, Jum'at (11/6/2021).

Asril membenarkan bahwa video tersebut memang lokasinya di wilayah Desa Kuntu. Namun di seberang sungai yang diseberangi 3 anak SD tersebut bukanlah perkampungan penduduk.

"Iya benar, itu di desa kita. Tetapi sungai yang diseberangi tiga anak SD tersebut, bukan di perkampungan penduduk, melainkan di lokasi perkebunan milik pengusaha Tionghoa. Dan keranjang itu sendiri adalah alat angkut sawit mereka menyebrang sungai karena takut mobil pengangkut buahnya terkubur atau terpuruk bila dipaksakan menyeberangi sungai," jelas Asril.

Menurutnya, terkait konten yang lagi heboh saat ini, adalah hal biasa karena ada pihak yang berusaha mencari keuntungan dengan membesar-besarkan berita tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa sungai yang dilewati 3 anak SD tersebut merupakan sungai kecil.

"Konten yang lagi heboh saat ini adalah hal biasa. Ada pihak yang berusaha mencari keuntungan dengan membesar-besarkan berita tersebut. Dan adapun sungai yang ada di video yang lagi heboh itu hanyalah sungai kecil yang bisa dilewati oleh sepeda motor, dan biasa dilewati oleh pekerja kebun, maupun oleh masyarakat sekitar untuk pergi memancing atau keperluan lainnya," ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa bila air sungai tersebut lagi banjir, maka akses jalan yang digunakan adalah melalui jalan perkebunan sawit KUD, yang sedikit agak jauh.

Asril juga menyampaikan jumlah penduduk yang bekerja di seberang sungai hanyalah 12 kepala keluarga. Dan video tiga bocah yang lagi viral itu diambil mereka pulang sekolah.

"Jumlah penduduk yang bekerja di perkebunan sawit itu, hanyalah lebih kurang 12 KK, dan jumlah anak usia sekolah dasar 7 orang, tingkat menengah pertama 2 orang. Video ini diambil oleh seseorang ketika anak anak ini pulang sekolah. Dan biasalah, yang namanya anak-anak, baik mereka, ataupun kita dulunya memanfaatkan waktu untuk bermain, apalagi di tempat dan suasana yang seperti itu," tutupnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Warga Bertuah
wwwwww