Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
17 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
16 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Balai Kota
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Home  /  Berita  /  Kampus

Sputnik Versi Satu Dosis Diizinkan, Indonesia sudah Pesan Versi Dua Dosisnya

Sputnik Versi Satu Dosis Diizinkan, Indonesia sudah Pesan Versi Dua Dosisnya
Vaksin Sputnik Light. (gambar: ist./rdif handout/reuters)
Jum'at, 07 Mei 2021 16:11 WIB
JAKARTA - Indonesia diberitakan telah memesan 20 juta dosis vaksin Sputnik V untuk program vaksinasi gotong royong. Dubes Rusia untuk Indonesia, Lyudmila G Vorobyova, mengatakan dalam konferensi pers Rabu (05/5/2021) lalu bahwa Sputnik V Rusia sudah dalam proses registrasi di BPOM.

Sputnik V ini adalah vaksin versi dua dosis yang menggunakan virus flu biasa yang direkayasa sehingga tidak berbahaya. Vaksin ini bekerja sebagai carrier untuk mengantarkan fragmen kecil virus corona ke dalam tubuh. Sputnik V sudah mendapat persetujuan di puluhan negara lain di seluruh dunia.

Di Rusia sendiri, Vaksin Sputnik terus bergerak maju. Versi dosis tunggalnya, yaitu Sputnik Light sudah mendapat izin otoritas negara tersebut pada Kamis (6/5/2021).

Dalam sebuah konferensi pers pada Kamis, Presiden Vladimir Putin mengatakan vaksin buatan Rusia "Bisa diandalkan seperti senapan serbu Kalashnikov (senjata AK-47 era Uni Soviet yang masih populer dan digunakan secara luas sampai hari ini)".

Dalam pernyataan pers, sebagaimana dilansir bbcindonesia.com, produsennya mengatakan satu dosis Sputnik Light telah menunjukkan 79,4% efikasi dalam program vaksinasi di negara itu.

"Sistem dosis tunggal memungkinkan imunisasi lebih banyak orang dalam waktu yang lebih singkat, melanjutkan pertarungan melawan pandemi selama fase akut," kata mereka sebagaimana dikutip GoNEWS.co.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kesehatan, Kuliner, Kampus
wwwwww