Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
12 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
11 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
11 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
13 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
6
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
13 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  Binawidya

Longsor di Sitinjau Lauik Sudah Ditangani Petugas, Pengendara Diminta Waspada

Longsor di Sitinjau Lauik Sudah Ditangani Petugas, Pengendara Diminta Waspada
Longsor Sitinjau Lauik. (Foto: BPBD Sumbar)
Sabtu, 21 November 2020 23:42 WIB
SOLOK - Material longsor sempat menutup sebagian jalan lintas Padang-Solok di Sitinjau Lauik, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sabtu (21/11/2020).

Longsor diakibatkan hujan intensitas tinggi sejak siang hari. Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kota Padang, Sutan Hendra mengatakan lokasi longsor terjadi di sekitar panorama satu Jalan Sitinjau Lauik sekitar pukul 14:30 WIB. Kondisi dipicu oleh hujan yang turun di Kota Padang sejak sekitar pukul 11.00 WIB.

"Akibat longsor menutup sekitar dua pertiga  badan jalan, materialnya berupa batu, tanah dan pohon, akibatnya juga terjadi kemacetan total," katanya saat dihubungi, Sabtu (21/11/2020).

Pihaknya mengamati kemacetan terjadi hingga sepanjang sekitar 3 kilometer, baik dari jalan arah Padang maupun jalan dari arah Kabupaten Solok. Kemacetan mulai terurai saat jalan sudah mulai dibuka sekitar satu jam pengerjaan.

"Petugas pada tahap tahap awal membuka jalan secara manual menggunakan cangkul dan peralatan lainnya sehingga jalan bisa dibuka sekitar pukul 16.00 WIB, jadi jalan putus sekitar satu jam lebih," katanya.

Jalan dapat digunakan dengan diawali secara buka tutup jalur, sehingga kemacetan terurai. Kemudian sekitar pukul 16.30 WIB datang bantuan satu unit alat berat dari PUPR Sumbar. Pengerjaan kemudian dilanjutkan.

"Sekitar pukul 18.00 WIB tadi material belum sepenuhnya dibersihkan, tetapi jalan sudah bisa dibuka dua jalur, tetapi agak melambat melewati daerah tersebut, jalan lancar," katanya.

Pengerjaan pembersihan kemungkinan dilanjutkan besok dan tidak diteruskan malam ini. Hal ini dilakukan mengingat tanah di bekas lokasi longsor masih labil dan masih ada kemungkinan longsor susulan.

"Bekas longsoran masih labil, para pengendara antara Solok dan Padang diingatkan agar hati-hati, potensi masih ada, tergantung cuaca nanti kalau hujan," katanya.

Pengerjaan pembersihan dilakukan oleh BPBD Kota Padang, kepolisian, TRC Semen Padang, dan sejumlah relawan. Selain waspadai Sitinjau Lauik pihaknya juga mengingatkan potensi longsor juga dapat terjadi di jalur Padang-Pesisir Selatan sebab di sana juga rawan longsor.

"Kita ingatkan pengendara agar hati-hati sebab cuaca masih hujan dan waspada di jalan rawan longsor," katanya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Kabar Bertuah, Warga Bertuah, Binawidya
wwwwww