Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
17 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
17 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
14 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
19 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Tolak Aturan Wisuda, Mahasiswa Magister Ilmu Politik UNAS Jakarta Dorong Kampus Buka Dialog

Tolak Aturan Wisuda, Mahasiswa Magister Ilmu Politik UNAS Jakarta Dorong Kampus Buka Dialog
Petisi penolakan wisuda di tengah pandemi Covid-19 dari mahasiswa Magister Ilmu Politik UNAS Jakarta. (gambar: ist./perwakilan mahasiswa)
Jum'at, 20 November 2020 14:15 WIB
JAKARTA - Mahasiswa Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) Jakarta, menyatakan sikap tetap menolak keputusan sepihak kampus terkait gelaran wisuda yang dijadwalkan berlangsung akhir November 2020 ini.

Perwakilan mahasiswa Magister Ilmu Politik UNAS Jakarta, Habiburahman menyatakan, sejauh ini pihakya masih terus mengupayakan untuk mencapai kesepakatan dengan pihak kampus, agar ijazah yang menjadi hak mahasiswa bisa tetap diberikan.

"Kami sejauh ini telah mencoba untuk menjalin komunikasi dengan waki rektor I dan wakil rektor lain bidang keuangan, tapi belum ada jawaban yang terbilang win-win solution," kata Habib kepada GoNews.co, Jumat (20/11/2020).

Jika kampus bersedia membuka ruang dialog dengan lebih baik, kata habib, pihanya bermaksud menyampaikan beberapa opsi.

Sejauh ini, kata dia, pihaknya masih pada posisi menolak gelaran wisuda tatap muka dan desakan kampus mengenai biaya wisuda Rp 3 juta per mahasiswa.

"Kita kan wajib bayar, meskipun tidak hadir wisudanya," kata Habib.

Bagaimana pun, lanjut Habib, ijazah adalah hak para mahasiswa yang telah lulus uji tesis dan melunasi pembayaran biaya perkuliahan termasuk biaya ujian tesis. Adapun acara wisuda, hanyalah seremonial yang sepatutnya dipertimbangkan aspek-aspek penyelenggaraannya di tengah situasi dan dampak pandemi saat ini.

Sebelumnya, Kamis (19/11/2020) para mahasiswa Magister Ilmu Politik UNAS Jakarta, telah menerbitkan petisi. Mereka menolak wisuda tatap muka yang ditetapkan kampus akan digelar di JCC Jakarta, pada 28-29 November 2020. Bagi mahasiswa, wisuda tatap muka terlalu beresiko menjadi penularan virus Covid-19.

Kewajiban membayar biaya kegiatan wisuda sebesar Rp3 juta juga dianggap sangat memberatkan para mahasiswa, karena banyak dari mereka terdampak ekonominya dari pandemi Covid-19 yang belum juga usai.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Hukum, Kampus, GoNews Group
wwwwww