Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
23 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
2
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
9 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
3
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
9 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
4
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
5
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
6
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
12 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Home  /  Berita  /  Kampus

Walhi Ingatkan Dampak Buruk BBM Oktan Rendah Terhadap Manusia

Walhi Ingatkan Dampak Buruk BBM Oktan Rendah Terhadap Manusia
Sejumlah pekerja mengerjakan proses persiapan pemasangan tiang pancang Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC), di Refinery Unit IV Lomanis, Cilacap, Jateng, Kamis (1/9/2016). (foto: antarafoto/idhad zakaria)
Sabtu, 31 Oktober 2020 11:32 WIB
JAKARTA - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengingatkan dampak buruk penggunaan bahan bakar minyak (BBM) beroktan atau RON rendah mulai dari pencemaran udara hingga gangguan kesehatan manusia, termasuk penurunan tingkat kecerdasan.

“Dampaknya sangat buruk,” kata Manajer Kampanye Perkotaan dan Energi Walhi Nasional Dwi Sawung dalam keterangan kepada media di Jakarta, Sabtu (31/10/2020).

Selain membuat pembakaran tidak sempurna dalam ruang bakar yang menyebabkan peningkatan emisi, lanjutnya, BBM RON rendah juga berdampak buruk terhadap kesehatan. Di antaranya gangguan pada paru-paru yang membuat gangguan pada organ pernapasan.

“Terutama pada golongan rentan, seperti orang tua dan anak-anak. Dampak ini banyak ditemui di perkotaan. Mereka yang berjalan kaki pun bisa terpapar,” katanya.

Bahkan, menurut dia, begitu berbahayanya BBM RON rendah sampai-sampai pengguna mobil pribadi ber-AC dengan kaca tertutup pun, tak luput dari ancaman polusi di jalanan.

“Masih bisa masuk ke dalam mobil. Ada partikel tertentu yang tetap masih bisa masuk ke dalam kendaraan,” katanya.

Ia menyatakan tidak hanya lingkungan dan kesehatan, BBM RON rendah juga berdampak buruk terhadap sisi ekonomi. Kerugian akibat penurunan kualitas udara dan gangguan kesehatan, misalnya, memiliki kompensasi biaya yang sangat mahal.

“Betapa besar kerugian ekonomi akibat penurunan kecerdasan anak-anak dan juga gangguan.kesehatan terhadap masyarakat,” ujarnya.

Dampak buruk tersebut, lanjutnya, karena sektor transportasi memang menjadi penyumbang yang cukup signifkan terhadap polusi udara. Sekitar 40 persen total emisi, merupakan kontribusi dari sektor tersebut. Dampak buruk makin dirasakan di berbagai kota besar, seperti Jakarta.

“Dengan BBM RON rendah tentu polusi makin tinggi. Ada sulfur dan juga hidrokarbon yang jauh lebih banyak dibandingkan BBM RON tinggi,” katanya.

Mengingat berbagai dampak buruk itulah, menurut dia, mau tidak mau peralihan penggunaan BBM RON rendah menuju RON tinggi memang harus segera diimplementasikan. Apalagi secara aturan, sebenarnya penerapan sudah harus dilakukan pada tahun lalu.

“Kita sudah sangat terlambat. Aturan sudah dibuat, tetapi penegakan aturan yang sangat lemah bahkan tidak ada,” demikian Dwi Sawung. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:antara
Kategori:Kampus, Lingkungan
wwwwww