Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
12 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
11 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
14 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Balai Kota
16 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Home  /  Berita  /  GoNews Group

UU Kerjasama Pertahanan RI-Swedia Disahkan, Isinya...

UU Kerjasama Pertahanan RI-Swedia Disahkan, Isinya...
Perwakilan Komisi I DPR RI, Syaifullah Tamliha (kiri). (Foto: Ist.)
Selasa, 06 Oktober 2020 09:06 WIB
JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI telah mensahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerjasama antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Kerajaan Swedia di Bidang Pertahanan menjadi Undang-Undang, melalui Rapat Paripurna di Senayan, Senin (5/10/2020), kemarin.

Perwakilan Komisi I DPR RI, Syaifullah Tamliha mengungkapkan dalam rapat paripurna, bahwa Komisinya telah melaksanakan RDPU (rapat dengar pendapat umum) dengan para pakar, akademisi, dalam rangka mendapatkan masukan terhadap rancangan tersebut dan telah melaksanakan RDPU dengan pemerintah pada 30 September 2020.

Mengutip Parlementaria pada Selasa (6/10/2020), kerjasama pertahanan antara Indonesia dan Kerajaan Swedia meliputi tujuh poin, di antaranya pertukaran informasi dan pengalaman tentang isu-isu yang menjadi kepentingan bersama terkait dengan aspek politik, militer dan isu keamanan maritim internasional.

Kerjasama pertahanan juga mencakup pengembangan kerja sama dalam industri pertahanan khususnya transfer teknologi, penelitian bersama, produksi bersama, pemasaran bersama, dan jaminan kualitas.

Selanjutnya, pengembangan dan peningkatan pelatihan militer pada semua tingkatan, termasuk personel sipil di Kementerian Pertahanan.

Senin yang sama, bertepatan dengan Peringatan HUT TNI ke-75, Presiden RI Joko Widodo menyatakan pentingnya tranformasi pertahanan nasional. Presiden menekankan pentingnya investasi di ranah militer.

"Untuk menguasai lompatan teknologi militer terkini, kita harus sungguh-sungguh untuk mengubah kebijakan kita dari kebijakan belanja pertahanan menjadi investasi pertahanan," kata Presiden.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Cendekia, Balai Kota, Parlemen, Kampus, GoNews Group
wwwwww