Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
2
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Sail
24 jam yang lalu
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
3
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
3 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
4
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
3 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
5
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
3 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
6
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
2 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Home  /  Berita  /  Parlemen

Kutuk Aksi Vandalisme Musolla, Korpolkam DPR Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi

Kutuk Aksi Vandalisme Musolla, Korpolkam DPR Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi
Wakil Ketua DPR RI bidang Korpolkam, Azis Syamsuddin. (Foto: Ist.)
Rabu, 30 September 2020 16:24 WIB
JAKARTA -Wakil Ketua DPR RI bidang Korpolkam, Azis Syamsuddin, mengutuk keras peristiwa vandalisme yang terjadi di Mushola Darussalam, di wilayah Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

"Aksi tersebut mencederai umat muslim, namun masyarakat jangan sampai terprovokasi, terlebih rumah tersangka masih di wilayah sekitar. Mari kita tunggu informasi resmi dari aparat kepolisian mengenai peristiwa tersebut," Kata Azis Syamsuddin kepada Wartawan Parlemen di Jakarta, Rabu (30/9/2020).

Polisi diminta Aziz, untuk mengungkap motif pelaku dan tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan, seperti menyebut pelaku memiliki gangguan jiwa, misalnya.

"Polisi harus melakukan penyelidikan secara utuh, apakah tersangka terpapar radikalisme atau murni dari niat pelaku" ujarnya.

Politisi muda Partai Golkar itu mengharapkan, peristiwa serupa tidak terulang kembali di kemudian hari. Terlebih, Pilkada serentak akan segera di helat dalam waktu dekat ini.

"Jangan sampai ada isu SARA dalam pelaksanaan Pilkada Serentak, yang dapat memecah belah bangsa," tandas Aziz.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Parlemen, Kampus, GoNews Group
wwwwww