Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
19 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
18 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
17 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
15 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
19 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

PBSI Belum Bisa Pastikan Pelaksanaan Tiga Agenda Rutin

PBSI Belum Bisa Pastikan Pelaksanaan Tiga Agenda Rutin
Sekjen PB PBSI, Achmad Budiharto. (Ist)
Selasa, 29 September 2020 21:41 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - PBSI punya tiga agenda rutin di akhir tahun yaitu pelaksanaan Kejuaraan Nasional, Musyawarah Nasional/Musyawarah Kerja Nasional dan Promosi & Degradasi atlet. Namun dengan kondisi tak menentu akibat pandemi Covid-19, PBSI belum bisa memastikan apakah ketiga event tersebut bisa terlaksana.

Masa kepengurusan PBSI dibawah pimpinan Ketua Umum Wiranto akan berakhir tahun ini dan berdasarkan jadwal seharusnya akhir tahun diselenggarakan Musyawarah Nasional PBSI untuk memilih pemimpin induk organisasi bulutangkis untuk empat tahun ke depan.

Mewabahnya Covid-19 membuat pengurus PBSI tidak dapat menyelenggarakan Munas secara langsung, karena itu PBSI melayangkan surat kepada KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) untuk menunda pelaksanaan Munas hingga enam bulan dari jadwal semula.

"KONI sudah mengirim surat untuk mengingatkan PBSI mengenai periode kepengurusan yang selesai akhir tahun ini. Tapi waktu itu wabah Covid-19 belum berkembang. Setelah ada pandemi dan melihat situasi, ketua umum meminta izin perpanjangan paling lama selama enam bulan, dan sampai sekarang kami belum mendapat jawaban dari KONI," tutur Achmad Budiharto, Sekretaris Jenderal PP PBSI di Jakarta baru-baru ini.

Pelaksanaan Munas di penghujung tahun akan membawa perubahan pada komposisi pengurus di tubuh PBSI yang biasanya juga akan berpengaruh pada komposisi pelatih dan atlet di pelatnas. Hal inilah yang harus diantisipasi mengingat kemungkinan tahun depan akan banyak sekali major events yang akan dilangsungkan seperti olimpiade, Piala Thomas & Uber, Piala Sudirman dan kejuaraan dunia.

Sementara itu, batalnya sebagian besar turnamen di tahun ini membuat PBSI juga kesulitan menentukan kriteria promosi dan degradasi. Salah satu penilaian penampilan atlet adalah capaian mereka di turnamen-turnamen yang mereka ikuti. Tanpa turnamen, PBSI tidak punya dasar yang kuat untuk merumuskan penilaian.

"Situasi saat ini masih tidak menentu, jadi semua saling menunggu, belum ada keputusan mengenai promosi dan degradasi. Kalau menurut AD/ART seharusnya ada promosi dan degradasi di setiap akhir tahun, tapi kami sulit menentukan dasarnya karena atlet tidak mengikuti turnamen," ujar Budiharto.

Capaian di Kejuaraan Nasional yang menjadi salah satu penilaian dalam promosi dan degradasi, juga tidak bisa jadi acuan karena kejurnas belum pasti bisa diadakan akibat wabah Covid-19 di Indonesia.

PBSI juga mangantisipasi padatnya rencana pertandingan di tahun 2021 dengan menyusun strategi pengiriman pemain dengan skala prioritas.

"Pertama, kami harus lihat dulu jadwal dari BWF seperti apa, dari situ bisa ditentukan strategi untuk menentukan target-target yang utama," kata Budiharto.

Prioritas utama PBSI tahun depan tentunya adalah olimpiade, di posisi kedua adalah Piala Thomas & Uber dan di posisi ketiga Piala Sudirman, selanjutnya adalah kejuaraan-kejuaraan perorangan seperti kejuaraan dunia dan All England. ***

wwwwww