Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
13 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
11 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
11 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
8 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
13 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  Kuliner

China Telah Hancurkan 16.000 Masjid di Xianjiang dan Kurung Lebih 1 Juta Muslim Uighur

China Telah Hancurkan 16.000 Masjid di Xianjiang dan Kurung Lebih 1 Juta Muslim Uighur
Otoritas China menghancurkan masjid di Xinjiang. (suaraislam.com)
Sabtu, 26 September 2020 09:05 WIB

BEIJING - Otoritas China telah menghancurkan sekitar 16.000 masjid di Xinjiang. Data itu diungkapkan Institut Kebijakan Strategis Australia (ASPI) dalam laporan terbaru tentang pelanggaran HAM di Xinjiang, Jumat (25/9/2020).

Dikutip dari Inews.id yang melansir AFP, kelompok peduli HAM itu menyatakan, lebih dari 1 juta orang Uighur dan kelompok minoritas lain—yang sebagian besar beragama Islam dan berbahasa Turki—ditahan di kamp-kamp di wilayah barat laut China itu.

Penduduk setempat juga ditekan pemerintah komunis untuk menghentikan berbagai kegiatan yang berbau kebudayaan dan keagamaan mereka.

Data sekitar 16.000 masjid telah hancur di Xinjiang diperoleh ASPI berdasarkan citra satelit dan pemodelan statistik.

Sebagian besar pembongkaran rumah ibadah itu terjadi dalam tiga tahun terakhir. Diperkirakan 8.500 masjid telah hancur total, yang kebanyakan terjadi di luar pusat Kota Urumqi dan Kashgar.

Masih menurut laporan itu, banyak masjid yang lolos dari pembongkaran telah disingkirkan kubah dan menaranya. Sementara itu, ada 15.500 masjid yang masih utuh dan rusak dibiarkan berdiri di sekitar Xinjiang.

Jika laporan tersebut benar, itu akan menjadi jumlah terendah rumah ibadah umat Islam di Xinjiang sejak era pergolakan nasional Revolusi Kebudayaan di China pada dekade 1960-an. Sebaliknya, tidak ada satu pun gereja Kristen maupun kuil Buddha di Xinjiang yang rusak ataupun hancur sepanjang dalam pengamatan ASPI.

Lembaga pemikir asal negeri Kanguru itu juga menyatakan, hampir sepertiga dari fasilitas utama milik umat Islam di Xinjiang—termasuk tempat ibadah, pemakaman, dan rute haji—telah dihancurkan.

Investigasi AFP tahun lalu menemukan, puluhan kuburan telah dihancurkan di wilayah tersebut. Sisa-sisa jasad manusia dan batu bata dari makam-makam yang rusak tampak tersebar di seluruh negeri.

China bersikeras mengklaim penduduk Xinjiang menikmati kebebasan beragama sepenuhnya. Namun, hasil temuan dan observasi sejumlah lembaga independen menunjukkan sebaliknya.

Pekan lalu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China, Wang Wenbin mengatakan, ada sekitar 24.000 masjid di Xinjiang. Menurut dia, jumlah itu jauh lebih banyak daripada masjid yang dimiliki banyak negara Muslim.***

Editor:hasan b
Sumber:inews.id
Kategori:Kabar Bertuah, Kuliner
wwwwww