Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
Nasional
7 jam yang lalu
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
2
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
3
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Kuliner

Anggota Parlemen Prancis Kabur Saat Lihat Mahasiswi Cantik Berjilbab Ini Hadir di Ruang Pertemuan

Anggota Parlemen Prancis Kabur Saat Lihat Mahasiswi Cantik Berjilbab Ini Hadir di Ruang Pertemuan
Maryam Pougetoux. (portalislam.com)
Senin, 21 September 2020 08:15 WIB

PARIS - Sikap kebencian terhadap Islam dipertontonkan anggota parlemen sayap kanan dan republik Prancis, Anne-Christine Lang, Kamis (17/9).

Dikutip dari Republika.co.id, Lang kabur dari ruang pertemuan di parlemen Prancis, karena melihat seorang wanita Muslim, Maryam Pougetoux, hadir mengenakan jilbab. Mahasiswi cantik berhijab itu hadir mewakili serikat mahasiswa.

Selama pertemuan di Paris, yang membahas pandemi Covid-19 dan pengaruhnya terhadap kaum muda, beberapa anggota parlemen sayap kanan serta anggota partai yang berkuasa, Anne-Christine Lang, mengatakan mereka tidak dapat menerima perwakilan serikat mahasiswa Maryam Pougetoux yang mengenakan jilbab. Setelah berbicara dia pun memutuskan untuk pergi.

Lang berargumen di Twitter dia tidak dapat menerima kehadiran seseorang yang berjilbab pada pertemuan yang diadakan di majelis nasional.

''Sebagai anggota parlemen yang merupakan feminis dan pelindung hak-hak perempuan, berkomitmen pada nilai-nilai republik dan sekularisme, saya tidak dapat menerima partisipasi seseorang yang berjilbab dalam pertemuan kami,'' kata dia dilansir di Muslim News, Jumat (18/9).

Anggota partai berkuasa lainnya, Sandrine Morch, yang memimpin sesi tersebut, mengatakan reaksi anggota parlemen tidak perlu dan tidak ada aturan yang mencegah orang menghadiri pertemuan dengan pakaian religius.

Morch mencatat dia tidak akan membiarkan diskusi palsu seputar jilbab mengalihkan fokus pertemuan, di mana masa depan pemuda negara itu sedang dibahas.

Sebelumnya, Pougetoux juga mendapat kritik dari Menteri Negara Kesetaraan Gender Marlene Schiappa dan banyak tokoh politik lainnya ketika dia ditunjuk sebagai pembicara oleh serikat mahasiswa UNEF pada 2018.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Warga Bertuah, Kuliner
wwwwww