Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
Nasional
7 jam yang lalu
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
2
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
3
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Parlemen

Ingatkan Menag, Ace Hasan: Jangan Menggeneralisasi Paham Radikal Masuk Masjid

Ingatkan Menag, Ace Hasan: Jangan Menggeneralisasi Paham Radikal Masuk Masjid
Jum'at, 04 September 2020 16:20 WIB

JAKARTA - Pernyataan kontroversial Menteri Agama RI, Fachrul Razi soal radikalisme yang masuk ke masjid-masjid melalui seorang anak yang menguasai bahasa Arab dan good looking menimbulkan polemik di kalangan masyarakat.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, TB Ace Hasan Syadzily mengatakan bahwa pernyataan Menag tidak sepenuhnya tepat, dan meminta untuk tidak menggeneralisir sesuatu yang belum tentu kebenarannya.

"Jangan menggeneralisasi gejala munculnya paham radikalisme hanya pada suatu gejala tertentu," kata Ace lewat keterangannya kepada wartawan, Jumat (4/9).

"Jika Menteri Agama keliru mendeteksi suatu gejala pemahaman radikalisme pada masyarakat, maka dalam membuat kebijakan melawan radikalismenya itu juga pasti akan keliru pula," imbuhnya menambahkan.

Menurut legislator dari Partai Golkar ini, ada banyak studi dan kajian yang telah telah dilakukan untuk menelusuri mengapa paham radikalisme itu menyebar. Salah satunya melalui media sosial.

"Sebaiknya Pak Menteri mempelajari dulu secara komprehensif berbagai kajian dan studi tentang bagaimana paham radikalisme itu menyebar," ucapnya.

Ace juga menyoal masjid di lingkungan Kementerian dan BUMN berpotensi disusupi paham radikalisme. Dia mengatakan bahwa ada gejala atau potensi paham radikalisme menyusupi wilayah kementerian.

"Saya kira memang ada gejalanya ke sana. Salah satu cara yang paling efektif untuk merubah kebijakan melalui pemerintahan ya menguasai masjid di Kementerian atau BUMN karena di sanalah akan mempengaruhi pemahaman keagamaan para ASN dan para pekerja BUMN yang beragama Islam,” bebernya.

Dia meminta agar Menag agar tidak menyampaikan pernyataan yang menimbulkan kontroversi serta bekerjasama dengan organisasi keagamaan.

"Sebaiknya Menteri Agama bekerja sama dengan organisasi keagamaan yang memang sudah teruji soal pemahamanan keagamaannya yang moderat seperti NU atau Muhammadiyah," tutup TB Ace Hasan Syadzily.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen
wwwwww