Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
7 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
6 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
6 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
8 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
6
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
8 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

BAZNAS Gunakan AI Deteksi Pelanggaran Protokol Kesehatan

BAZNAS Gunakan AI Deteksi Pelanggaran Protokol Kesehatan
Foto: Ist./BAZNAS
Rabu, 02 September 2020 11:45 WIB

JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengembangkan sistem kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) implementasi protokol kesehatan. Sistem ini akan mengeluarkan peringatan ketika mendeteksi pelanggaran.

Mengutip keterangan resmi BAZNAS, Rabu (2/9/2020), alarm akan berbunyi dan mengimbau agar pengunjung bisa menjaga jarak aman sesuai dengan ketetapan protokol kesehatan yang berlaku, ketika mendapati pelanggaran physical distancing.

Baca Juga: BAZNAS Luncurkan Logo Peduli Covid19

Baca Juga: Murid Sekolah Gratis BAZNAS Raih Medali Olimpiade Matematika Internasional

"Ini merupakan tahap awal pengembangan, ke depannya, sistem kecerdasan buatan ini juga akan dikembangkan dengan penambahan sensor suhu tubuh. Sehingga kondisi orang yang berada di dalam ruangan tersebut bisa terus terpantau, dan jika ada tanda suhu tubuh tidak normal bisa segera dilakukan tindakan protokol," kata Direktur Utama BAZNAS, Arifin Purwakananta.

Sistem ini mengidentifikasi jarak antar orang yang berada pada suatu ruangan atau lingkungan, mengolah data video atau gambar bergerak yang kemudian menghasilkan analisa jarak. Mekanisme jalannya sistem ini ialah, bermula dari kamera CCTV (Closed Circuit Television) yang merekam setiap aktivitas, lalu diolah melalui sistem video analytics yang kemudian berubah menjadi data.

Baca Juga: BAZNAS Laporkan Pengelolaan Zakat Nasional di DPR

Baca Juga: Potensi Zakat Nasional 2020 Berkisar Rp340an Triliun

Data yang keluar diantaranya berupa jumlah orang, dan jarak antar mereka yang berada pada di sebuah ruangan. Dari tangkapan gambar bergerak ini, setelah melalui rangkaian sistem yang dikembangkan, kemudian keluar sebuah peringatan, atau alarm jika ada sebuah pelanggaran. 

Arifin menjelaskan, dikembangkan sejak Agustus 2020 bekerja sama antara BAZNAS dengan tim independent beranggotakan 4 orang yang dipimpin oleh Prof. Emir Husni, seorang profesor dari Institut Teknologi Bandung (ITB).***


Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kabar Bertuah, Kampus, GoNews Group
wwwwww