Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
12 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
11 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
10 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
12 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
6
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
12 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  Parlemen

Amerika Ungkap Rencana China Bangun Fasilitas Militer di Indonesia

Amerika Ungkap Rencana China Bangun Fasilitas Militer di Indonesia
Rabu, 02 September 2020 18:00 WIB
PENTAGON - Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengklaim, China tengah berupaya membangun jaringan militer di sebagian besar wilayah Samudra Hindia, termasuk Indonesia.

Menyadur Nikkei Asian Review, Pentagon lewat laporan setebal 200 halaman mengatakan China mungkin menganggap negara-negara Afrika, Asia Tenggara, dan Asia Tengah sebagai lokasi pontesial membangun fasilitas militer.

"Ini menandai pertama kalinya pengamatan semacam itu muncul dalam laporan," kata Zack Cooper, peneliti di lembaga think tank American Enterprise Institute yang berbasis di Washington, dalam webinar AEI.

Selain Myanmar, Thailand, Singapura, Indonesia, Pakistan, Sri Lanka, dan kawasan lain yang disebutkan itu, China diklaim telah membuat tawaran ke Namibia, Vanuatu dan Kepulauan Solomon, demikian dalam laporan tersebut.

"Laporan baru itu menekankan pada keinginan China untuk bertindak secara global," kata mantan staf Pentagon Cooper.

Kepercayaan Washington pada ambisi proyeksi kekuatan Beijing di seberang Samudra Hindia, berasal dari bagaimana China membuka pangkalan permanen permanen pertamanya di luar negeri pada tahun 2017 di Djibouti, di ujung Afrika.

Situs Djibouti sejauh ini adalah satu-satunya pangkalan militer luar negeri China. Beijing mencirikannya sebagai basis dukungan untuk tujuan seperti bantuan kemanusiaan dan misi pengawalan.

Pentagon mengklaim kehadiran militer China di Djibouti memberi Beijing kemampuan untuk mendukung tanggapan militer terhadap kemungkinan yang mempengaruhi investasi China dan infrastruktur di kawasan tersebut.

"Serta sekitar 1 juta warga China di Afrika dan 500.000 di Timur Tengah," kata laporan Pentagon.

Menurut laporan tersebut, Amerika Serikat juga dikatakan percaya bahwa Kamboja telah menandatangani perjanjian rahasia dengan Beijing untuk mengizinkan angkatan bersenjata China menggunakan salah satu pangkalan angkatan lautnya.

percaya bahwa Kamboja telah menandatangani perjanjian rahasia dengan Beijing untuk mengizinkan angkatan bersenjata China menggunakan salah satu pangkalan angkatan lautnya.

Pemerintah China tidak mengakui keberadaan strategi tersebut. Namun, para analis melihatnya sebagai upaya untuk mengepung negara saingan yang potensial, India.

Laporan Pentagon mengatakan Beijing setidaknya akan menggandakan stok hulu ledak nuklirnya selama dekade berikutnya dari perkiraan levelnya saat ini di 200-an.

Ini secara ekstensif membahas strategi fusi militer-sipil China, yang mencakup "memanfaatkan layanan sipil dan kemampuan logistik untuk tujuan militer" kata laporan tersebut.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Gelora.co
Kategori:Kabar Bertuah, Parlemen
wwwwww