Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
10 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
9 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
8 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
10 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
6
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
10 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Polisi Sebut Iparnya Tewas Dianiaya Tahanan, Edo Kondologit: Jangan Bohong!

Polisi Sebut Iparnya Tewas Dianiaya Tahanan, Edo Kondologit: Jangan Bohong!
Senin, 31 Agustus 2020 11:23 WIB
JAKARTA - Polisi menyebut adik ipar Edo Kondologit, Riko (21) tewas di Polres Sorong bukan karena dipukuli polisi, melainkan dianiaya tahanan lainnya. Edo Kondologit meminta polisi untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.

"Jangan omong kosong ya, sorry, jangan membohongi lagi, jangan memutar balikan fakta, kita butuh keadilan karena kita capek dengan manipulasi dan ketidakadilan," ujar Edo ketika dihubungi detikcom, Minggu (30/8/2020).

Edo mempertanyakan adanya luka tembak pada betis Riko. Menurutnya, Riko ditembak dalam keadaan tangan di borgol dan masih berada dalam ruang lingkup Polres Sorong.

"Kalau begitu saya tanya, memangnya dia kabur dengan keadaan tangan diborgol itu bisa ditembak?" kata Edo.

"Bohong terus, bohong terus, bohong terus, enak saja mau cuci tangan, mau lari-lari dengan dalam keadaan tangan terborgol, kalian tembak, terus boleh gitu?" murka Edo.

Edo menambahkan pihak keluarga akan tetap menempuh jalur hukum. Ia berencana akan mengirim surat kepada Kopolri Jenderal Idham Azis.

"Kami selaku keluarga akan menempuh jalur resmi, dengan membuat surat resmi kita akan menyurati Kapolri untuk menyampaikan kan hal ini agar ditindaklanjuti dengan benar," imbuh Edo.

Selain itu, ia bersama keluarganya berencana akan melakukan demonstrasi. Aksi tersebut akan dilakukan di depan Polres Sorong pada besok (31/8). "Kita demo menuntut hak-hak kita di Polres Sorong," lanjutnya.

Edo berharap kasus kematian iparnya tersebut segera terungkap. Ia meminta kepolisian untuk terbuka dan tidak menutup-nutupi kasus ini.

"Sudahlah kita stop sandiwara dan stop tipu-tipu," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan menjelaskan soal kasus yang membuat Edo Kondologit murka. Ary mengatakan peristiwa itu bermula ketika polisi menerima laporan adanya seorang wanita paruh baya berinisial A (60) yang tewas di Pulau Doom, Papua Barat. A diperkosa, dibunuh, lalu ponselnya dicuri. Setelah diselidiki, tersangka mengarah ke Riko.

"Barang buktinya juga ada tuh TV, terus handphone (korban) lalu juga ada minuman keras yang didapatkan (di bawah kasur Riko)," ujar Ary ketika dihubungi detikcom, Minggu (30/8/2020).

Riko pun dijebloskan ke dalam sel Polres Sorong. Di dalam sel itu lah, kata Ary, Riko mendapatkan penganiayaan.

"Di dalam tahanan ini dia dianiaya oleh tahanan lain. Kenapa dianiaya? karena memang (tersangka) kasusnya pemerkosaan, dia bunuh mama-mama, itu pasti dianiaya sama teman-temannya," imbuh Ary.

Polda Papua Barat turut menyelidiki kasus ini. Polda Papua Barat menerjunkan Propam untuk mengecek aduan itu.

"Saya sudah turunkan tim dari Propam dan Dirkrimun untuk memeriksa secara komprehensif kasus itu. Kalau pun nanti kita temukan pelanggaran, karena ada versi berbeda yang saya dengar, kalau nanti ada pelanggaran maka kami akan tindak tegas petugas yang alpa dan lalai," kata Kapolda Papua Barat, Irjen Tornagogo Sihombing.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Detik.com
Kategori:GoNews Group, Balai Kota, Cendekia, Warga Bertuah
wwwwww